Saya Setuju dengan Saudara Joko Widodo

Written By Unknown on Senin, 16 Juni 2014 | 11.22

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Debat calon presiden (Capres) bertema "Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial" antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi), di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6) malam, sempat diwarnai tawa. Riuh tawa para penonton, termasuk kedua kandidat, terjadi ketika membicarakan soal ekonomi kreatif.

Kepada Prabowo, Jokowi menanyakan pandangannya mengenai perkembangan ekonomi kreatif yang bisa mengurangi banyak pengangguran. Adapun dalam jawabannya, Prabowo lebih banyak menyampaikan hal-hal normatif. Prabowo menyebut ekonomi kreatif sangat penting karena jumlah anak muda Indonesia sangat banyak.

Menurut Prabowo, pemerintah memang perlu memperkuat di bidang ekonomi kreatif lantaran bisa menghasilkan banyak devisa. "Saya sangat mendukung setiap upaya dan program untuk meningkatkan daya saing di bidang ekonomi kreatif," kata Capres dari Partai Gerindra dan partai- partai koalisinya tersebut, dalam acara debat yang ditayangkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi swasta.

Mendengar jawaban itu, Jokowi menekankan bahwa ekonomi kreatif, seperti musik, animasi, seni pertunjukkan, video, dan desain, perlu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. Capres PDIP dan partai koalisinya itu memberi contoh seni pertunjukkan dari Sabang sampai Merauke yang bisa menjadi daya tarik pariwisata.

Menurut Jokowi, lantaran kurangnya perhatian pemerintah, akibatnya banyak pekerja kreatif Indonesia yang bekerja untuk perusahaan asing. "Animasi kita banyak kita ekspor keluar, yang nikmati bukan kita," kata Jokowi.

"Saya ingin sampaikan ke Prabowo, bagaimana ekonomi kreatif dibawa ke mancanegara karena ini menyangkut anak-anak muda," tanya Jokowi lagi.

Atas pertanyaan itu, Prabowo membocorkan adanya nasihat dari tim penasihatnya agar jangan pernah setuju dengan apapun pernyataan Jokowi dalam debat. "Saya tidak mau dengar penasihat saya, saya setuju dengan saudara Joko Widodo," kata Prabowo, disambut tawa para pendukung Jokowi yang menghadiri acara Debat Capres putaran kedua ini.

Prabowo juga merujuk pada anaknya yang terjun di industri kreatif dengan menjadi desainer di luar negeri. "Maaf ya, kali ini tidak mengikuti penasihat. Kalau ekonomi kreatif, anak saya satu dan bergerak di ekonomi kreatif, muncul di mancanegara, saya kalau soal itu saya dukung Jokowi," tuturnya.

Di tengah riuh tawa itu, Prabowo menghampiri Jokowi. Keduanya lalu berjabat tangan. "Masa harus enggak setuju. Kalau idenya bagus masa enggak setuju. Maaf yah, kali ini saya ngga ikut penasihat saya," kata Prabowo, sambil tertawa.

Tanpa cawapres
Debat Capres putaran kedua ini menarik perhatian publik, terlebih para pendukung masing- masing calon. Debat tanpa menyertakan cawapres masing-masing. Mereka, Jusuf Kalla (cawapres Jokowi) dan Hatta Rajasa (cawapres Prabowo) hadir di arena debat, bersama sejumlah tokoh pendukung masing-masing capres.

Dari tayangan debat kelihatan Prabowo mengusung visi misi ekonomi kerakyatan dan antiliberal, sedangkan Joko Widodo membawa isu ekonomi mandiri yang memajukan pedagang tradisional dan kaki lima. Debat ini ditayangkan langsung sejumlah stasiun televisi.

Debat capres ini dipandu Guru Besar Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Profesor Doktor Ahmad Erani Yustika. Erani seorang pakar yang sering menyebarluaskan wawasan dan pemikirannya melalui media massa. Secara akademik dia menonjol sekaligus membawanya pernah menduduki berbagai jabatan seperti Ketua Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya, Direktur Eksekutif INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) dan Anggota BSBI (Badan Supervisi Bank Indonesia).

Saat paparan visi-misi tentang ekonomi, calon Presiden RI nomor urut satu Prabowo Subianto mengatakan akan memajukan ekonomi kerakyatan. Prabowo memaparkan, ekonomi kerakyatan yang akan ia lakukan berdasarkan pada Pasal 33 UUD 1945. Dalam hal ini harus berdasarkan asas kekeluargaan. Ia akan mengubah cara kerja pemerintah yang selama ini hanya menjadi wasit.

Prabowo berencana, membuat pemerintah menjadi pelopor dan membantu masyarakat sehingga tidak seperti di negeri penganut neoliberal. "Pemerintah harus menjamin, kondisi keselamatan yang tertinggal yang tidak bisa mengikuti persaingan abad 21, ini beda dengan barat atau neoliberal. Sumber ekonomi hajat hidup orang banyak oleh pemerintah," ungkap Prabowo.

Prabowo menambahkan, ekonomi kerakyatan harus membela kepentingan masyarakat banyak. Selain membela, Prabowo juga ingin ekonomi kerakyatan bisa menjaga dan mensejahterakan seluruh rakyat. "Ekonomi ditujukan pada penguatan dan pemberdayaan rakyat," papar Prabowo.

Prabowo Subianto berjanji, menaikkan upah minimum di setiap provinsi (UMP) dua kali lipat dari nilai sebelumnya. Dengan begitu, mantan Danjen Kopassus TNI ini berharap terdapat kenaikan UMP di setiap daerah hingga rerata Rp 6 juta per bulan. "Akan kami naikkan 2,5 kali lipat, jadi Rp 6 juta per bulan," ujar Prabowo.

Prabowo juga janji menggelontorkan Rp 1 miliar ke setiap desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Anggaran tersebut diambil dari pemangkasan anggaran kebocoran keuangan negara. Ia bertekad dapat menutupi kebocoran atau korupsi sehingga menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 1.000 triliun per tahun.

Adapun calon Presiden nomor urut dua Joko Widodo, membawa visi-misi ekonomi berdiri di atas kaki sendiri (berdikari). Ia berjanji merevitalisasi pasar tradisional dan memberikan ruang bagi pedagang kaki lima (PKL), pelaku keonomi rumah tangga terutama yang di desa-desa untuk meningkatkan perekonomian nasional.

"Kami akan membewa ekonomi berdikari. Pembangunan pasar tradisional, pembangunan ruang PKL, saya sudah menjalani dan membuktikan, membangun pasar baik sebagai wali kota di Solo maupun Gubernur di Jakarta," kata Jokowi.

Pembuktian itu dilakukan Jokowi saat menjabat sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Menurut Jokowi, pengalamannya sudah membuktikan bahwa pedagang kecil di pasar dan PKL harus diperhatikan. "Itu tempat produk petani, produk nelayan dan penjual tahu-tempe," ujarnya.

Jokowi mengatakan, dengan melakukan manajemen lapangan yang benar dan perencanaan yang jauh ke depan, wacana pembangunan tersebut bukanlah impian. "Mereka membutuhkan bukti, kita melakukan untuk (pembangunan) ruang-ruang itu kepada pedagang pasar," imbuhnya.

Jokowi berencana menugasi semua duta besar Indonesia di luar untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk usaha kecil dan menengah Indonesia di negara tempat mereka bertugas masing-masing. Hal itu diperlukan untuk meningkatkan ekonomi rakyat.

"Dubes-dubes kita jangan hanya diplomasi, mereka harus jadi marketingnya negara, produk-produk desa, produk kampung ke internasional," kata Jokowi.

Jokowi menitikberatkan masalah pendidikan dan kesehatan sumber daya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Mengenai pendidikan, Jokowi menilai perlu evaluasi atau perubahan sistem pendidikan Indonesia. Pendidikan di sekolah dasar (SD) seharusnya sebagian besar membicarakan masalah pembentukan karakter, akhlak, dan mental peserta didik.

"Menurut kami, pendidikan SD itu 80 persen harus bicara masalah yang berkaitan dengan pendidikan karakter, akhlak, mental, sikap dan mental, baru 20 persennya pengetahuan," kata Jokowi.

Menurutnya, materi pendidikan di sekolah menengah pertama sedianya terdiri dari 60 persen pembangunan karakter, dan sisanya 40 persen mengajarkan pengetahuan. "Di SMK SMA, baru, 20, 80. Sebanyak 20 persen pengetahuan dan keterampilan," kata Jokowi menerangkan.

Menjawab pertanyaan capres Prabowo, ia mengatakan, mudah mencari anggaran negara sebesar Rp 40 triliun untuk sektor pendidikan dan kesehatan. "Rp 40 triliun gampang bisa dicari ," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, jika masyarakat dan pemerintah bisa menghemat dan efisiensi menggunakan listrik, dan mengganti Bahan Bakar Minyak ke gas dan batubara, anggaran untuk pendidikan bisa bertambah Rp 70 triliun. "Asal efisiensi di bidang kelistrikan dan konversi BBM kepada gas dan batubara. Rp 70 triliun dihemat taruh di pendidikan 12 tahun menjadi kewajiban kita bersama," papar Jokowi.

Jokowi menambahkan manusia produktifitas tinggi kekaayan alam dikelola oleh negara. Masyarakat Indonesia menurut Jokowi bisa menjadi bangsa yang produktif jika sektor pendidikan terjamin. "Kita bisa mempunyai manusia memiliki pendidikan produktifitas dan daya saing," kata Jokowi. (tribunnews/m1/m3/m4/fer/faj)


Anda sedang membaca artikel tentang

Saya Setuju dengan Saudara Joko Widodo

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2014/06/saya-setuju-dengan-saudara-joko-widodo.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Saya Setuju dengan Saudara Joko Widodo

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Saya Setuju dengan Saudara Joko Widodo

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger