Khaeron Terinspirasi Tanaman Ketela Pohon

Written By Unknown on Senin, 16 Juni 2014 | 11.22

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Khasanah batik Kabupaten Gunungkidul, DIY, bertambah. Setelah memiliki motif batik walang telo, yang diproduksi oleh perajin batik Desa Tancep, kini Gunungkidul menambah koleksi motif batik khas yang baru, yakni gaplek.

MOTIF batik bergambar ketela pohon ini merupakan karya santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mumtaz di Dusun Kerja, Desa Beji, Kecamatan Patuk. Motif gaplek terinspirasi oleh kekayaan sumber daya alam tanaman ketela pohon di Gunungkidul.

Launching motif batik gaplek dilakukan dengan cara membatik massal oleh ratusan siswa, mulai dari siwa TK, SD hingga SMP, di atas kain sepanjang satu kilometer. Dengan berhati-hati, ratusan pelajar yang berjejer di depan kain putih itu pun menorehkan malam dengan canting.

Masing-masing anak diberi bahan kain sepanjang satu meter untuk membatik motif gaplek. Setiap karya juga diberi identitas pembatiknya. Meski hasil membatik mereka tidak begitu rapi, namun anak-anak terlihat sangat antusias, kendati cuaca panas cukup menyengat.

Acara launching batik motif gaplek ini juga dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Badingah. Dia pun menyempatkan diri untuk mencoba membatik motif gaplek di atas kain putih. Bersama-sama pengurus pondok, Badingah juga mempraktikkan cara membatik motif gaplek.

Tanpa ragu, Badingah menorehkan malam dari canting ke atas motif gaplek yang sudah digambar di atas kain. Seusai menyelesaikan membatik motifnya, Badingah kemudian berfoto bersama para santri yang mengenakan kain batik motif gaplek, di komplek Ponpes Al Mumtaz.

Pengelola Ponpes Al Mumtaz, Muhammad Khaeron Marzuki, di sela-sela kegiatan mengatakan, motif gaplek digali dari potensi tanaman ketela pohon yang ada di Gunungkidul. Ia berharap motif gaplek bisa menjadi salah satu ikon batik sehingga memberikan banyak manfaat, baik bagi para santri maupun khasanah perbatikan di kabupaten paling timur di DIY ini.

"Gaplek ini sebenarnya singkatan dari gerakan anak pondok pesantrena melakukan ekonomi kreatif. Kami ingin membuktikan bahwa anak pesantren juga bisa menjadi enterpreneur," katanya menegaskan.

Saat ini, menurut Khaeron, dari total 250 santri sudah ada 20 santri yang mahir membuat batik motif gaplek. Hasil karya para santri juga sudah dipajang di showrom di kompleks pondok pesantren. Warga masyarakat dapat membeli dengan harga antara Rp 150 ribu-Rp 250 ribu, tergantung pada tingkat kesulitan pembuatannya.

Akan mematenkan
Khaeron menjelaskan, ke depan, untuk melindungi karya santri-santrinya, pihak pondok akan mematenkan motif batik Gaplek. Langkah tersebut perlu diambil supaya nantinya tidak ada pihak-pihak luar yang mengaku-ngaku sebagai pencipta motif khas Gunungkidul tersebut.

Selain itu, dengan memiliki hak paten batik motif gaplek, para santri akan bisa terus memproduksi kain batik sehingga mendapatkan keuntungan. Dengan begitu, para santri akan menjadi generasi muda yang lebih kreatif.

Sedangkan Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan mengapresiasi ide kreatif para santri Ponpes Al Mumtaz yang menemukan motif gaplek. Bupati berharap karya batik para santri bisa menambah khasanah batik Gunungkidul sekaligus mendukung perkembangan pariwisata.

"Masyarakat harus terlibat dalam perkembangan pariwisata. Jangan hanya menjadi penonton. Batik motif gaplek ini bisa menjadi salah satu ikon Gunungkidul," ucapnya.

Menurut Badingah, motif gaplek ini sangat menonjolkan produk khas Gunungkidul, yakni ketela. Motifnya jelas menggambarkan ketela dan daun ketela. Dirinya yakin motif gaplek kan terus berkembang dan memberikan manfaat kepada para santri dan Gunungkidul. "Sebuah apresiasi positif. Mudah mudahan terus berkembang. Para santri tidak hanya belajar agama saja namun juga memiliki bekal kemandirian," katanya. (hari susmayanti)


Anda sedang membaca artikel tentang

Khaeron Terinspirasi Tanaman Ketela Pohon

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2014/06/khaeron-terinspirasi-tanaman-ketela.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Khaeron Terinspirasi Tanaman Ketela Pohon

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Khaeron Terinspirasi Tanaman Ketela Pohon

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger