Didik : Persiba Butuh Keajaiban

Written By Unknown on Rabu, 18 Juni 2014 | 11.22

Laporan Reporter Tribun Jogja, Puthut Ami Luhur

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Hukuman bertanding tanpa penonton yang diberikan kepada Persiba Bantul saat menjamu PSM Makasar di Stadion Sultan Agung, 8 Agustus 2014 mendatang akan semakin menurunkan mental bertanding pemain. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persiba Bantul dikenai sanksi pertandingan tanpa penonton karena memukul dan menendang perangkat pertandingan, saat menjamu Persepam Madura United di Stadion Sultan Agung, 28 Mei 2014 lalu.

Selain sanksi satu kali laga tanpa penonton, panpel Persiba Bantul juga dikenai denda Rp 50 juta sesuai dengan keputusan komisi disiplin tertanggal 12 Juni 2014 lalu. Asisten Pelatih Didik Listyantoro menyatakan, motivasi pemain akan sedikit menurun jika penonton tidak diperbolehkan menyaksikan laga.

Kondisi ini seperti ketika Ezequiel Gonzales cs harus melakoni laga di Stadion Sasana Krida Kompleks Akademi Angkatan Udara (AAU) karena ijin dari kepolisian Bantul tidak keluar jika laga digelar di Stadion Sultan Agung. Pemain Bantul seolah-olah tidak bergairah, berusaha memenangkan laga lantaran tidak ada pemain ke-12 yang memberikan dukungan dari atas tribun.

"Kami tetap memberikan motivasi kepada anak-anak asuhan agar bermain sesuai instruksi. Mereka juga kami harapkan bisa bermain lepas, wajar tanpa tekanan meski kondisi tim berada di dasar klasemen," kata Didik kepada wartawan, Selasa (17/6).

Ia masih optimis tim kebanggaan warga Bantul, mempunyai kesempatan keluar dari lubang jarum meski jarak perolehan poin antara dengan pemeringkat diatasnya sudah jauh. Laskar Sultan Agung berada di dasar klasemen dengan perolehan enam poin, posisi diatasnya Perseru Serui sudah memeroleh 13 poin.

Jika Persiba mampu memenangkan laga lawan PSM Makasar, perolehan poin Persiba baru mencapai sembilan dan kalau berhasil menyapu bersih tiga laga kandang yang tersisa Laskar Sultan Agung maksimal memeroleh 15 poin. Menurut Didik apapun bisa terjadi dalam sepak bola sehingga tim asuhannya terhindar dari degradasi.

"Persiba butuh keajaiban, apapun bisa saja terjadi," tuturnya.

Selain Panpel pertandingan Persiba, wakil Manajer Bagus Nur Edi Wijaya juga terkena sanksi karena mencekik leher dan bertingkah laku buruk saat pertandingan lawan Persepam Madura United. Ia dikenai sanksi larangan tiga kali memasuki lapangan dan denda Rp 100 juta.

Saat dihubungi melalui nomor telepon selulernya, Bagus tidak mengangkat mengangkat panggilan. Sekretaris Persiba Bantul Wikan Werdo Kiswara juga enggan berkomentar banyak, saat dikonfirmasi mengenai sanksi tersebut. "Ya begitulah," jawab Wikan kepada para wartawan. (ptt)


Anda sedang membaca artikel tentang

Didik : Persiba Butuh Keajaiban

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2014/06/didik-persiba-butuh-keajaiban.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Didik : Persiba Butuh Keajaiban

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Didik : Persiba Butuh Keajaiban

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger