Warga Bantul Dihimbau Tak Manfaatkan Air Sungai Bedog

Written By Unknown on Jumat, 18 Oktober 2013 | 11.22

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bantul mengimbau pada masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Bedog untuk sementara mengurangi penggunaan air dari sungai tersebut. Karena hingga kini, BLH belum mengetahui secara pasti penyebab matinya ribuan ikan di sungai sejak Senin (14/10/2013) lalu.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Dokumen BLH Bantul, Priya Haryanto mengatakan, sejak ditemukannya ribuan ikan mati, BLH langsung melakukan uji lapangan dengan mengambil sampel air Sungai Bedog. Namun hasil rapid test hanya beberapa unsur yang bisa diketahui, akan tetapi pihaknya belum bisa mengetahui apakah air tersebut mengandung logam berat.

"Tidak semua kandungan bisa diketahui dengan rapid test. Untuk kandungan logam ataupun racun, harus di uji lab ke laboratorium yang terakreditasi. Kami sudah masukkan, tetapi karena antri, kemungkinan tidak segera keluar hasilnya. Pengalaman yang sudah-sudah bisa sebulan," kata Priya, Kamis (17/10/2013).

Sambil menunggu hasil, ia menghimbau kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan air dari sungai tersebut. Termasuk pengairan terhadap lahan pertanian, untuk sementara diimbau untuk dihentikan dahulu.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar pengelola Pabrik Gula Madukismo yang diduga menjadi penyebab tercemarnyai air sungai, supaya menyesuaikan volume pembuangan air limbah dengan debit air. Sebab debit air di musim kemarau yang menyusut, akan membuat kepekaan air meningkat.

"Kalau bisa dijadwal ulang penggelontoran limbah cairnya. Disesuaikan dengan debit air saat ini," ujarnya.

Staf Laboratorium BLH Bantul, Kusnanto menambahkan, berdasarkan test lapangan yang pihaknya lakukan bersama dengan anggota tim lainnya, kandungan air sungai dianggap masih di ambang batas aman. Kadar Keasaman (PH), Oksigen dan Daya Hantara Listrik (DHL) masih dianggap tidak membahayakan.

Sesuai dengan uji lapangan sementara, kandungan PH masih di angka 7,41 sedangkan baku mutu ada di angka 6,0 hingga 8,5, kadar oksigen 4,96, dan kandungan DHL masih 437 Mio Siemen (MS).

"Dari angka tersebut, sementara masih aman," katanya.

Terpisah, Kepala BLH Bantul, Suwito telah menyimpulkan bahwa matinya ribuan ikan di Sungai Bedog bukan karena limbah pabrik melainkan karena diracun. Karena limbah cair Madukismo selama ini tidak berpengaruh terhadap ikan-ikan ataupun ekosistem sungai-sungai di Bantul.

"Itu karena diracun orang, limbah Madukismo tidak berpengaruh terhadap ikan," ujar Suwito.

Sementara itu, seorang warga Dusun Kentolan Lor, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Ichsan (26), mengungkapkan hingga saat ini warga masih menemukan adanya ikan yang mati. Sedangkan air di sungai ini, terlihat masih berwarna kecoklatan.

"Aroma airnya juga masih seperti kemarin, dan warnanya juga masih kecoklatan kok," ujarnya.(*)


Anda sedang membaca artikel tentang

Warga Bantul Dihimbau Tak Manfaatkan Air Sungai Bedog

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2013/10/warga-bantul-dihimbau-tak-manfaatkan.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Warga Bantul Dihimbau Tak Manfaatkan Air Sungai Bedog

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Warga Bantul Dihimbau Tak Manfaatkan Air Sungai Bedog

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger