DIY Dapat Alokasi 5000 Ton Kedelai Impor

Written By Unknown on Selasa, 24 September 2013 | 11.22

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rina Eviana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah telah membuka kran impor kedelai untuk mencukupi kebutuhan kedelai dalam negeri. Pada tahap awal ini DIY dipastikan mendapat alokasi kedelai sebanyak 5000 ton.

Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY, Awaludin Iqbal mengatakan meskipun DIY telah mendapat alokasi 5000 ton, akan tetapi kepastian kapan kedelai impor tersebut segera masuk wilayah DIY, pihaknya belum bisa memastikan. "Kapan kedelai impor segera turun kami belum tahu pastinya," jelas Iqbal saat ditemui di kantornya, Senin (23/9/2013).

Menurut Iqbal yang jelas, pemerintah pusat sudah memastikan alokasi dan meminta Bulog untuk menyiapkan gudang dan distribusinya.

"Nanti kalau sudha turun kami siapkan distribusinya agar segera sampai di tangan pengrajin tahu-tempe," imbuhnya.

Kata dia, datangnya kedelai impor ini diharapkan bisa membantu mencukupi kebutuhan pengrajin tempe dan tahu dalam waktu dekat. Sebab kata dia, selama ini pengrajin tahu tempe di wilayah DIY relatif besar. Jumlah pengrajin tempe di wilayah DIY sebanyak 2400 pengrajin. Kebutuhan kedelai di DIY per bulan mencapai 2.600 ton.

Meski Bulog sekarang ini diberi kewenangan mengurusi kedelai namun menurut dia untuk menyerap stok kedelai petani saat musim panen kedelai tiba, Bulog DIY masih kesulitan. Sebab, harga kedelai di pasaran masih jauh lebih tinggi ketimbang harga harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 7000 per kilogram. "Sementara harga di pasaran mencapai Rp 8000 jadi Bulog kesulitan untuk menyerap stok kedelai petani," jelasnya.

Saat musim panen Bulog akan melakukan kerjasama dengan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Kopti) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan). "Itu (kerjasama) supaya jalur distribusi petani dan pengrajin tidak terlalu panjang," imbuhnya.

Menurut dia untuk menstabilkan harga kedelai jangka panjang diperlukan income policy. Kebijakan ini nantinya menitikberatkan pada upaya peningkatan produksi untuk meningkatkan pendapatan petani. "Yang dibutuhkan bukan price policy, dimana untuk meningkatkan produksi kedelai tidak harus menaikkan harga kedelai tapi yang dibutuhkan sebenarnya adalah income policy ," jelasnya.(evn)


Anda sedang membaca artikel tentang

DIY Dapat Alokasi 5000 Ton Kedelai Impor

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2013/09/diy-dapat-alokasi-5000-ton-kedelai-impor.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

DIY Dapat Alokasi 5000 Ton Kedelai Impor

namun jangan lupa untuk meletakkan link

DIY Dapat Alokasi 5000 Ton Kedelai Impor

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger