Dalam 24 Jam, 2 Warga Tewas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Written By Unknown on Sabtu, 20 Juli 2013 | 11.22

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Dua orang warga tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) di Purworejo. Parahnya, kedua korban tertabrak kereta di perlintasan tanpa palang pintu. Atas kejadian yang terjadi dalam rentang waktu 24 jam ini, PT KAI meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi perlintasan terutama yang tidak memiliki palang pintu.

Akibat kurang waspada memerhatikan dua kereta yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu, Asep Sarifudin (42), seorang buruh bangunan asal desa Keburuhan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo tewas tertabrak KA Taksaka relasi Jakarta-Yogyakarta. Peristiwa nahas ini terjadi di kampung Bedeng Kelurahan/Kecamatan Kutoarjo, Purworejo, Kamis (18/7/2013) sekitar pukul 15.30.

Saksi mata yang juga rekan korban, Tardi (42) warga Desa Majir, kecamatan Kutoarjo mengatakan, kecelakaan bermula ketika ia bersama korban hendak menuju Keburuhan. Saat itu Tardi mengendarai sepeda motor, sedangkan korban berjalan kaki.

"Awalnya dia (korban,red) akan saya antar pulang pakai motor. Namun saat akan menyeberang rel, dari arah timur (Yogyakarta, red) ada kereta barang. Kami pun berhenti menunggu kereta lewat," ujarnya ketika ditemui di lokasi.

Setelah KA barang melintas, Tardi segera menyeberangi rel, sedangkan korban menyusul. Nahas, dari arah Kutoarjo, KA Taksaka melaju di jalur lain. Korban pun sebenarnya telah melompat untuk menghindari KA yang melaju ke arahnya namun tidak berhasil. Tubuh pria malang itu tersambar dan terlempar ke tepi jalur. Tardi bersama sejumlah warga setempat melarikannya ke RS Palang Biru Kutoarjo. Namun korban meninggal sebelum mendapat perawatan dari tim medis.

Peristiwa kedua terjadi pada Jumat (19/7/2013) pagi sekitar pukul 08.15. Erison (42), seorang petugas jaga malam pada pembangunan rumah susun di desa Bayem kecamatan Kutoarjo, Purworejo, tewas tersambar KA Fajar Utama relasi Yogyakarta-Jakarta di perlintasan tanpa palang pintu di desa Majir kecamatan Kutoarjo.

Saksi mata kejadian, Kardi (42) warga setempat mengatakan, korban terlihat mengendarai motor Yamaha Byson AB6460CG dari barat ke timur di jalan Kutoarjo-Kebumen. Korban kemudian berbelok ke selatan dan menuju perlintasan.

"Motor udah nanjak ke rel. Roda depan sudah di rel. Tapi sepertinya dia (korban, red) terlihat kebingungan karena motor mati mesin. Sudah nyala tapi di gas nggak maju. Dari timur KA melintas dan menyambarnya," jelas Kardi.

Akibat kerasnya benturan, motor korban terseret sampai sekitar 200 meter sementara tubuh korban terpental puluhan meter. Korban pun tewas di tempat.

Kedua kecelakaan yang terjadi dalam rentang waktu kurang dari 24 jam ini menjadi keprihatinan untuk PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) DAOP V Purwokerto. Manajer Humas DAOP V Purwokerto, Surono mengatakan, pihaknya berharap masyarakat lebih hati-hati ketika melintasi perlintasan, terutama yang tidak memiliki palang pintu.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada. Sebelum melintas, berhenti dulu, baik untuk motor maupun mobil. Untuk mobil, harap buka kaca untuk memastikan bahwa tidak ada kereta yang akan melintas. Setelah yakin aman, barulah melintas," jelas Surono ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Surono menyatakan, mengenai pembangunan palang pintu perlintasan bukanlah kewenangan PT KAI melainkan pemerintah atau pemerintah daerah. Karena itu pihaknya hanya bisa mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati, terlebih ketika melintasi jalur ganda.(toa)


Anda sedang membaca artikel tentang

Dalam 24 Jam, 2 Warga Tewas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2013/07/dalam-24-jam-2-warga-tewas-di.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Dalam 24 Jam, 2 Warga Tewas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Dalam 24 Jam, 2 Warga Tewas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger