10 Tahun Warga Gayamharjo Menunggu Air Mengalir

Written By Unknown on Kamis, 25 September 2014 | 11.22

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Meski sudah 10 tahun berjalan sejak 2004, proyek pembangunan instalasi air bersih di Desa Gayamharjo, Prambanan belum dirasakan hasilnya oleh warga. Bahkan, pipa-pipa yang rangkaian instalasi air bersih ke pemukiman warga pun mulai rusak.

"Padahal air bersih belum pernah sekalipun melewati pipa-pipa ini hingga sampai ke bak penampungan warga," ungkap Purwana, Ketua RT 07 RW 03 Ngekong, Gayamharjo saat ditemui Tribun Jogja, Rabu (24/9).

Instalasi air bersih yang ada di Desa Gayamharjo sendiri merupakan instalasi air bersih Prambanan 3. Total terdapat tiga instalasi besar yang ada di Kecamatan yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman yakni Prambanan 1 dengan sumber air di Dusun Majasem, Bokoharjo yang dimanfaatkan oleh warga di Desa Sambirejo, Wukirharjo, Bokoharjo, dan sebagian Sumberharjo.

Serta instalasi air bersih Prambanan 2 dengan sumber air di Dusun Bleber, Desa Sumberharjo yang dimanfaatkan warga di sebagian besar Sumberharjo dan beberapa dusun di Wukirharjo. Sementara instalasi Prambanan 3 dikhususkan bagi wilayah Desa Gayamharjo dengan memanfaatkan sumber air di Grogol, Sumberharjo.

Menurut Purwana, kondisi pipa-pipa yang selesai terpasang sejak 2006 itu semakin rusak dan tidak terurus. Bahkan di beberapa titik sudah putus dan tidak bisa digunakan lagi.

"Selain karena tidak digunakan, di beberapa titik, pipa berada di pinggir jalan tanp tertutupi. Jadi seringkali tersenggol kendaraan yang melintas hingga rusak," katanya.

Padahal, dengan keberadaan pipa-pipa penyalur air bersih yang sudah terpasang hingga ke masing-masing dusun ini, warga sangat berharap segera dapat menikmatinya. Namun selama sekian tahun, air tidak pernah mengalir ke bak-bak penampungan milik warga.

"Harapan ya tinggal harapan, warga pun akhirnya mencukupi kebutuhan dengan membeli air dari mobil tangki yang harga semakin lama semakin mahal," ujarnya. Harga satu tangki kapasitas 5.000 liter saat ini mencapai Rp 100 ribu.

Ia mengatakan selama musim kemarau ini, rata-rata warga sudah membeli air antara 5 hingga 7 tangki. Terlebih, sebagian warga memiliki ternak yang juga membutuhkan air.

"Ya mau tidak mau, karena sudah menjadi kebutuhan maka harus dipenuhi," paparnya.

Asal-asalan

Anang Widiyantoro, anggota Badan Pemusyarahan Desa (BPD) Gayamharjo, menambahkan beberapa kali proyek tersebut sudah diujicobakan, namun hanya dapat menyasar sebagian wilayah Dusun Lemahbang dan Gayam saja.

Ia menduga, pembangunan awal instalasi pipa penyalur dilakukan asal-asalan tanpa perencanaan yang tepat. Kondisi inilah yang diduga membuat instalasi air bersih di wilayah Gayamharjo muspro.

"Beberapa kali ujicoba, banyak sambungan pipa yang jebol karena tidak kuat menahan air. Kondisi ini membuat proyek ini jalan di tempat hingga bertahun-tahun," ungkapnya.

Padahal, anggaran yang dikucurkan pemerintah sangat banyak tetapi tidak sebanding dengan hasil yang dirasakan masyarakat.

"Hanya direhab dan direhab, tapi air tidak pernah mengalir. Bukan ingin bergantung, namun warga juga membutuhkan perhatian pemerintah untuk mengatasi permasalahan musiman ini," tuturnya.

Terpisah, Kepala BPBD Sleman, Juli Setiono Dwiwasito, mengakui jika proyek instalasi air bersih itu belum rampung. Kendati demikian, pihaknya masih mengupayakan penyelesaiannya agar warga tidak lagi membeli air bersih.

"Masih diupayakan bersama OPPA (organisasi pengelola pemakai air) secara bertahap. Memang belum sempurna sehingga masih menunggu waktu. Untuk itu, disamping pembangunan instalasi air bersih, dropping air masih terus dilakukan di wilayah yang menjadi prioritas," ujarnya.

Ditanya soal target, Juli mengungkapkan pihaknya tidak mematok target namun program ini harus berjalan optimal. "Bertahap, tentu Pemkab ingin warga tidak terbebas dari krisis air bersih dan ketergantungan pada air bersih yang dijual pihak swasta," tukasnya. (tribunjogja.com)


Anda sedang membaca artikel tentang

10 Tahun Warga Gayamharjo Menunggu Air Mengalir

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2014/09/10-tahun-warga-gayamharjo-menunggu-air.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

10 Tahun Warga Gayamharjo Menunggu Air Mengalir

namun jangan lupa untuk meletakkan link

10 Tahun Warga Gayamharjo Menunggu Air Mengalir

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger