Pendaki Ini Kenakan Batik di Puncak Elbrus

Written By Unknown on Jumat, 20 Juni 2014 | 11.22

Laporan Reporter Tribun Jogja, Niti Bayu Indrakrista

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di puncak tertinggi benua Eropa, Gunung Elbrus, lima pendaki dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini mengenakan pakaian batik. Bendera merah putih pun dikibarkan dari puncak gunung berketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut itu, 10 Juni 2014.

PARA pendaki gunung tersebut memang bertekad mengukir sejarah, mengusung misi kebudayaan dalam petualangannya ke Gunung Elbrus. Oleh-oleh cerita indah dan mendebarkan pun mereka bagikan sesampainya di Tanah Air, Kamis (19/6) pagi, di kompleks kampus UMY.

Kedatangan tim pendaki disambut hangat adik Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, GBPH Prabokusumo. "Kami menghabiskan waktu 40 menit di puncak Elbrus. Padahal waktu yang diperbolehkan hanya 10 menit," kata koordinator tim ekspedisi, Suwarjono Lempo.
Perhitungan waktu sangat penting dalam kondisi ekstrem di Elbrus. Rata-rata ada 30 pendaki tewas setiap tahun di sana. Pada 17 Maret 1936, empat anggota All Union Leninist Young Communist League harus mengakhiri hidup di sana akibat tergelincir di permukaan es yang licin.

Ia menjelaskan, tambahan waktu hingga setengah jam di puncak Elbrus diperlukan karena Tim Mapala UMY perlu melakukan sejumlah ritual, yakni mengenakan pakaian batik serta mengibarkan bendera merah putih, bendera UMY, bendera Mapala, dan sejumlah bendera sponsor.
Alhasil, rekor "Pemakaian Baju Batik Tertinggi" jatuh ke tangan Suwarjono dan kawan-kawan. Perjalanan menuju puncak Elbrus tidak mulus. Lima pendaki itu dibayang-bayangi suhu ektrem gunung bersalju yang bisa mencapai minus 30 derajat celcius.

Rombongan harus pintar-pintar menghindari jam-jam kritis, dimana perubahan suhu bisa berubah drastis, bahkan sampai tingkat mengancam nyawa manusia. Jam-jam kritis itu, biasanya terjadi di atas pukul 12.00 waktu Moscow. Untungnya, masa kritis belum sempat terjadi hari itu, sehingga mereka lega dan mendapat keberuntungan saat di puncak. Mereka belum bisa bersantai, karena bagaimanapun mereka harus segera turun sebelum jam kritis benar-benar datang.

Pendakian Tim Mapala UMY yang terdiri dari Singgih Alnin Muttaqin, Akhmad Rasyid Gandi, M Fauzan, Saigunsi Bonita Arimi, dan Suwarjono Lempo, dimulai pada 8 Juni lalu. Berjalan setapak demi setapak di atas hamparan salju putih, mereka akhirnya sampai pada 10 Juni pukul 12.40 waktu Moskwa atau 15.40 WIB.

Sujarwono menceritakan, waktu yang diperlukan untuk mendaki puncak Elbrus sekitar 15 jam. Untuk menjaga kondisi, pendaki butuh waktu adaptasi hingga empat hari. "Prosesnya disebut aklimitasi. Kami harus menyesuaikan diri dengan cuaca dan suhu di sana," kata dia.
Suhu memang menjadi pertimbangan penting. Ia mencatat, sejak ketinggian 5.000 meter, para pendaki tak boleh kehilangan stamina. Pasalnya, sejak di titik tersebut, suhu udara sudah sangat dingin. Lepas konsentrasi sedikit saja, bisa membedakan antara hidup dan mati.
Dibukukan

Tim Mapala UMY berada di Rusia selama tiga pekan. Tidak hanya memacu adrenalin menaklukkan Gunung Elbrus, mereka juga mempelajari kehidupan pemeluk agama Islam di negeri eks-Uni Soviet itu. Proses pendakian sendiri malah hanya 10 hari.
Sebelum mendaki, Suwarjono dan kawan-kawan mencari data mengenai kehidupan umat Muslim di kawasan Terskol, Rusia. Terskol adalah sebuah daerah di kaki pegunungan Kaukakus, dimana puncak Elbrus berada. Letak Terskol hampir 1.500 kilometer arah selatan Moskow.
Kini, tim itu sudah mengecap kembali udara hangat Yogyakarta. Rasa syukur dan bahagia terpancar dari wajah para penakluk Elbrus itu. Namun, misi mereka belum selesai. Sambil menyelam minum air, nantinya hasil ekspedisi itu akan dituangkan dalam bentuk buku.
Dua buku akan diterbitkan berdasarkan pengalaman perjalanan tersebut. "Satu buku mengenai manajemen pendakian gunung es, buku lain membahas hasil eksplorasi budaya Muslim di Terskol," ujar Sujarwono. (Niti Bayu Indrakrista)


Anda sedang membaca artikel tentang

Pendaki Ini Kenakan Batik di Puncak Elbrus

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2014/06/pendaki-ini-kenakan-batik-di-puncak.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Pendaki Ini Kenakan Batik di Puncak Elbrus

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Pendaki Ini Kenakan Batik di Puncak Elbrus

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger