Pemain Muda Jangan Sombong

Written By Unknown on Jumat, 13 Juni 2014 | 11.22

Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSIM Yogyakarta baru saja meraih posisi puncak klasemen sementara grup 5 kompetisi Divisi Utama (DU) Liga Indonesia usai membekap Madiun Putra 3-1 kemarin. Satu hasil yang tentu menuai pujian dari banyak pihak mengingat banyaknya keterbatasan dalam tim yang bermarkas di Stadion Mandala Krida Yogyakarta ini.

Di luar itu semua, para pemain muda PSIM seperti Tony Yuliandri, Dimas Priambodo dan Roni Setiawan menjadi satu bagian yang tak lepas dari sorotan para official tim maupun publik. Ini karena kontribusi yang telah mereka berikan kepada tim selama beberapa pertandingan terakhir cukup menjadikan PSIM sebagai tim yang tak bisa dianggap remeh.

Imbasnya, kini para pemain muda PSIM itu perlahan menjelma menjadi idola baru selain nama-nama lawas seperti Eko 'Kancil', Eko Pujianto maupun sang pelatih sendiri, Seto Nurdiyantara yang sudah lekat di hati penggemar Laskar Mataram. Terbukti nama mereka kini mulai banyak dibicarakan baik di tribun stadion maupun di dunia media sosial.

Buktinya saat dua pertandingan terakhir kontra Perseman Manokwari dan Madiun Putra kemarin. Tak jarang penonton meneriaki nama Tony maupun Roni ketika keduanya mendapatkan bola atau meliuk-liuk di area pertahanan tim lawan. Satu hal yang mungkin sepele, namun cukup membuktikan bahwa keduanya sudah menjadi idola baru.

Namun fenomena ini, nampaknya cukup menjadi satu perhatian sang pelatih Seto Nurdiantara pasca pertandingan kemarin. Menurutnya, apa yang menjadi raihan pemain mudanya itu layak disyukuri namun tidak perlu menjadi satu hal yang selalu diagung-agungkan.

"Mereka (pemain muda-red) sedang tampil maksimal dan mulai dikenal banyak orang, tapi jangan sombong, karena masih banyak ujian di depan mereka," kata Seto

Menurut Seto, masih ada banyak tahapan yang harus pemain muda itu lalui untuk bisa benar-benar menjadi seorang pesepakbola matang. Terutama aspek seleksi mental yang akan mereka jalani di tim dimanapun mereka nanti bermain sebagai pemain profesional.

Bagi Seto, hal terpenting yang harus dilakukan oleh para pemain muda, termasuk para pemain senior PSIM adalah tetap menjaga fokus masing-masing. Dan juga, menjaga kekompakan antar pemain untuk selalu solid dan sama-sama memberikan suport baik di dalam maupun luar lapangan.

"Kekompakan tim juga harus dijaga oleh masing-masing pemain, paling tidak menjaga kekompakkan yang saat ini mulai terbangun," imbuh Seto.

Apalagi menurut Seto, hasil yang didapat dengan mraih posisi pucuk klasemen ini masih bersifat sementara. Anak asuhnya, masih menyisakan empat pertandingan lagi yaitu dua kali away serta dua kali kandang. Termasuk diantaranya kala menjamu rival sedaerah mereka, PSS Sleman awal Agustus nanti.

Artinya, tugas para pemain PSIM belum berheti sampai di sini untuk membawa tim merampungkan laga. Seto sendiri, juga masih punya tugas cukup berat untuk meracik strategi demi menjaga stabilitias permainan anak asuhnya di empat laga sisa nanti.

"Semua pihak dalam tim inti baik pemain, tim pelatih maupun anggota official harus menjaga kekompakan satu sama lain dan tentunya tidak boleh sombong," terang Seto. (sus)


Anda sedang membaca artikel tentang

Pemain Muda Jangan Sombong

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2014/06/pemain-muda-jangan-sombong.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Pemain Muda Jangan Sombong

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Pemain Muda Jangan Sombong

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger