Candi Borobudur Sudah Tiga Kali Lakukan Simulasi Gempa

Written By Unknown on Sabtu, 14 Juni 2014 | 11.22

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sejumlah wisatawan di Candi Borobudur berlarian saat gempa berkekuatan 7 skala ritcher selama 50 detik mengguncang candi peninggalan Dinasti Syailendra tersebut, Jumat (13/6). Akibat gempa tersebut, sejumlah orang mengalami luka ringan hingga berat, beberapa diantaranya juga meninggal dunia akibat terkena runtuhan batuan candi.

Dari informasi BPBD Kabupaten Magelang yang disampaikan melalui pengeras suara di Candi Borobudur, gempa yang berpusat di Pegunungan Menoreh dengan kedalaman 25 kilometer itu tidak berpotensi tsunami. Suara sirine ambulan semakin membuat suasana di Candi Borobudur semakin mencekam. Sementara petugas dari Borobudur terus menginformasikan agar para wisatawan segera menyelamatkan diri.

Sejumlah relawan, tim Palang Merah Indonesia (PMI) setempat kemudian berlarian menyelamatkan korban luka untuk dibawa ke Rumah sakit terdekat. Para korban tersebut dibawa petugas ke ambulance dengan menggunakan tandu. Demikian seterusnya, hingga sejumlah korban berhasil dievakuasi dari Candi buddha tersebut.

Itulah sepenggal gambaran dari simulasi penanganan bencana gempa bumi yang dilaksanakan di Candi Borobudur, kemarin. Simulasi bencana ini dilakukan oleh Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan melibatkan sejumlah pihak seperti PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), relawan, LSM, dan masyarakat sekitar Borobudur.

Kepala BKB, Marsis Sutopo menjelaskan, simulasi penanganan bencana di Candi Borobudur ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan wisatawan, warga, dan instansi terkait dalam menghadapi bencana di cagar budaya, khususnya di salah satu warisan budaya dunia.

"Dari catatan sejarah yang kita miliki, letak Candi Borobudur berada pada jalur sesar dan patahan yang berpotensi menimbulkan gempa tektonik. Termasuk, Borobudur berada pada kawasan rawan bencana Gunung Merapi, seperti hujan abu vulkanik," ujar Marsis di sela-sela simulasi kemarin.

Selain rawan ancaman Gunung Merapi, wilayah Borobudur termasuk daerah yang rawan dengan ancaman gempa bumi tektonik. Dia mencontohkan saat ada gempa bumi di Sukabumi, Jawa Barat, getaran tersebut terasa hingga Borobudur. Begitu pula, saat terjadi gempa Bumi di DIY tahun 2006 silam.

Tidak Ada Pergeseran Batuan Candi

Meski secara langsung terdampak getaran akibat gempa bumi di beberapa tempat, menurut Marsis struktur dan batuan candi tidak mengalami pergeseran. Pihak BKB, ujar Marsis terus melakukan pantauan jika terjadi gempa dengan alat inklinometer.

"Alat itu untuk mengetahui pergeseran vertikal dan memonitor pergeseran horisontal. Meski demikian, kami memang belum melakukan penelitian secara mendalam terhadap hal ini. Penelitian ini untuk mengetahui apakah struktur tanah bisa meredam getaran gempa," ujarnya.

Dengan adanya potensi kerawanan terhadap bencana itu, maka pihaknya berupaya untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) di sekitar Candi Borobudur untuk siap siaga. Termasuk, menjadi salah satu bagian masyarakat yang tangguh bencana.

"Jadi dengan simulasi ini, warga sewaktu-waktu bisa menangani gempa akibat Gunung Merapi dan gempa bumi. Istilahnya, sedia payung sebelum hujan," jelasnya.

Koordinator Lapangan Simulasi, Iskandar M Siregar menjelaskan, terdapat 200 peserta yang terlibat dalam simulasi ini. Menurutnya, simulasi ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk ketiga kalinya sejak tahun 2013 silam.

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan simulasi di Candi Mendut. Dia berharap kegiatan simulasi ini terus berjalan setiap tahunnya. Sedangkan, untuk anggaran simulasi ini, ujarnya, mencapai Rp 300 juta dari dana APBN.

"Dana itu dipakai untuk pelatihan selama 4 hari dan simulasi," jelasnya.

Tokoh seniman Borobudur, Sucoro mengatakan simulasi semacam ini sangat penting untuk keselamatan pengunjung. "Apalagi di Candi Borobudur penuh dengan tumpukan batu. Itulah pentingnya simulasi," katanya. (ais)


Anda sedang membaca artikel tentang

Candi Borobudur Sudah Tiga Kali Lakukan Simulasi Gempa

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2014/06/candi-borobudur-sudah-tiga-kali-lakukan.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Candi Borobudur Sudah Tiga Kali Lakukan Simulasi Gempa

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Candi Borobudur Sudah Tiga Kali Lakukan Simulasi Gempa

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger