Kisah Pemegang Kunci Masjid Gedhe Kauman

Written By Unknown on Sabtu, 20 Juli 2013 | 11.22

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bertanggungjawab untuk membuka dan menutup pintu Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta termasuk salah satu tugas harian Gatot Supriyanto (40). Tak pelak, bapak berputra dua ini tiap hari harus memegang kunci masjid untuk datang paling awal dan pulang terakhir untuk menutup pintu. Meski demikian, pria berkacamata ini tak mau disebut sebagai juru kunci.

"Istilah jurukunci dirasa kurang pas, saya memang bertanggungjawab pada kunci Masjid Gedhe namun istilah jurukunci kesannya lebih cocok untuk penjaga makam saja," kata Gatot yang mendapat amanah sebagai merbot (atau marbot) masjid bersejarah Keraton Yogyakarta itu.

Istilah merbot merujuk pada seseorang yang bertanggungjawab pada tugas-tugas fisik harian di masjid. Tugas merbot misalnya membuka pintu masjid di pagi hari dan menutupnya di malam hari, menyapu dan mengepel lantai, memastikan air wudlu mengalir, mempersiapkan adzan dan lain-lain. Tak hanya itu, Gatot yang berumah tak jauh dari masjid juga cukup menguasai sejarah masjid.

Menjadi seorang merbot dirasa bagai keberuntungan. Menurutnya, bisa mengurus masjid yang berusia lebih dari 200 tahun ini menjadi sebuah bentuk pengabdian.

"Saya merasa beruntung bisa mengurus masjid. Banyak yang ingin seperti ini namun tidak mampu, diantaranya karena kesibukan pekerjaan dan lain hal," turut Gatot yang setiap hari bekerja menjadi tukang parkir di Jalan Ahmad Dahlan bila sedang senggang.

Selain mengurus Masjid Gedhe Kauman, pria kelahiran 19 Maret 1973 ini juga mengurus Mushola atau Langgar Makmur di Kauman. Meski bekerja sebagai merbot tak bisa mendatangkan banyak materi (uang), bagi Gatot pekerjaan tersebut tetap dilakoni secara ikhlas.

"Insyaalloh bila kita bekerja secara ikhlas, Gusti Allah tidak tidur dan akan memberi apa yang kita butuhkan," lanjut Gatot yang sudah sedari kecil aktif di kegiatan Masjid Gedhe Kauman. Sebagai seorang merbot dirinya juga merasa senang bila diminta menceritakan sejarah dan perkembangan masjid yang dibangun pada tahun 1773 semasa Sri Sultan Hamengkubuwono I. Baginya menceritakan sejarah tersebut seperti membagi ilmu.

"Ketika ilmu dibagikan maka makin bermanfaat," ujarnya. (hwo)


Anda sedang membaca artikel tentang

Kisah Pemegang Kunci Masjid Gedhe Kauman

Dengan url

http://jogyamalioboro.blogspot.com/2013/07/kisah-pemegang-kunci-masjid-gedhe-kauman.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Kisah Pemegang Kunci Masjid Gedhe Kauman

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Kisah Pemegang Kunci Masjid Gedhe Kauman

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger