Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ratusan Warga di Kalasan Mengantre Sejak Pagi Cairkan Dana PSKS

Written By Unknown on Selasa, 14 April 2015 | 11.22

Tribun Jogja/ Angga Purnama

Ratusan warga Desa Selomartani, Kalasan mengantre untuk mencairkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Balai Desa Tirtomartani, Kalasan, Selasa (14/4/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ratusan warga Desa Selomartani, Kalasan mengantre untuk mencairkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), di Balai Desa Tirtomartani, Kalasan, Selasa (14/4/2015).

Pantauan tribunjogja.com, antrean warga nampak mengular sejak pukul 07.00 pagi. Sedangkan proses pencairan dana bantuan sosial ini dimulai pukul 08.00.

Untuk proses pencairan dana PSKS di wilayah Kecamatan Kalasan dipusatkan di Balai Desa Tirtomartani, Kalasan. Total warga yang mengambil hari ini sebanyak 863 rumah tangga sasaran (RTS).

Sedangkan di Kecamatan Kalasan terdapat 3.551 RTS. Rencananya, proses pencairan akan dilaksanakan hingga Rabu (15/4/2015). (*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Video : Wow Bocah Dua Tahun Ini Jadi DJ Termuda

TRIBUNJOGJA.COM, AFRIKA SELATAN - Oratilwe Hlongwane, seorang bocah berusia 2 tahun menjadi populer lantaran keahliannya sebagai Disc Jockey.

Bocah asal Afrika Selatan ini pun dinobatkan sebagai DJ termuda dengan kemampuan seperti yang ditunjukan oleh orang dewasa.

Kemampuan bocah ini bermula ketika ayahnya yang bernama Glen Hlongwane membelikannya iPad bahkan sebelum anaknya itu lahir.

iPad tersebut, diisi dengan berbagai aplikasi pendidikan untuk anaknya kelak. Iya juga menginstal aplikasi DJing.

Tak disangka, setelah lahir ternyata anaknya itu sangat menyukai aplikasi virtual DJ tersebut.

Di usianya yang masih sangat belia, Oratilwe sudah mampu menciptakan harmonisasi musik yang ia buat dalam aplikasi tersebut.

Setelah tak puas hanya bermain dalam sebuah aplikasi, Oratilwe pun kemudian mulai berlatih menggunakan alat DJ sebenarnya hingga sekarang mahir memainkannya.

Luar biasa, kini bocah kecil itu seolah menjadi selebritis. Bahkan akun facebooknya sudah memiliki lebihd ari 25 ribu followers. (*)

Sumber : CCTV Africa

11.22 | 0 komentar | Read More

1.800 Perempuan Berkebaya Khas Yogyakarta Siap Pecahkan Rekor MURI

TRIBUNJOGJA.COM - Perkumpulan perias pengantin tradisional khas Yogyakarta Tiara Kusuma akan mengerahkan sebanyak 1.800 perempuan berkebaya dan memakai sanggul tekuk khas Yogyakarta untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 23 April 2015.

"Jumlah itu akan memecahkan rekor sebelumnya sebanyak 1.500 sanggul tekuk khas Bali yang sudah digelar beberapa waktu lalu. Kegiatan itu untuk melestarikan budaya bangsa," kata Ketua DPD Tiara Kusuma DIY KRAy SM Anglingkusumo di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, Tiara Kusuma merasa perlu menggelar pemecahan rekor MURI tersebut karena sanggul tekuk dan kebaya khas Yogya saat ini mulai hilang. Padahal, dua ciri khas pakaian dan riasan tersebut merupakan bahan ujian jika anggota Tiara Kusuma ingin naik ke jenjang "mahir".

"Siapa pun boleh berpartisipasi pada acara pemecahan rekor yang akan digelar di Sahid Rich Hotel Yogyakarta, 23 April 2015. Acara tersebut juga didukung GKR Hemas dan Viva Cosmetics," katanya.

Ia mengatakan para peserta tidak perlu mengenakan kebaya yang mahal-mahal, yang penting tetap menunjukkan khas Yogyakarta. Salah satu ciri khas yang harus ada pada kebaya khas Yogyakarta adalah menggunakan bahan kain tertutup dan tidak transparan.

"Boleh saja menggunakan kain broklat yang transparan, tetapi harus diberi lapisan sehingga kulit tubuhnya tidak kelihatan," katanya.

Menurut dia, sifatnya yang tertutup membuat kebaya khas Yogyakarta sering pula disebut dengan "tangkepan". Ada juga yang menggunakan "kutu baru" bagi perempuan yang berdada bidang.


11.22 | 0 komentar | Read More

Abdee Mulai Kangen Manggung Bareng Slank dan Para Slankers

TRIBUNJOGJA.COM - Semenjak menderita gagal ginjal, pemain gitar Abdee Negara terpaksa lebih banyak menepi dari kegiatan-kegiatan panggung grup band Slank yang dihuninya bersama Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ridho (gitar), dan Ivanka (bas).

Karena kondisi itu, Abdee tak menampik bahwa dirinya sangat ridu untuk tampil memainkan gitar di depan para Slankers yang selalu setia menyaksikan aksi panggungnya.

"Iya, saya kangen sama Slankers," kata Abdee dalam wawancara di pusat kegiatan Slank, Gang Potlot III, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015).

Abdee merasa greget untuk tampil bersama band yang telah dihuninya sejak 1997. "Gregetlah, kangen pengin manggung, cuma kondisi belum kuat, masih suka kliyengan kayak kena vertigo," tuturnya.

Kondisi fisik yang lemah karena harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu tidak membuat Abdee putus semangat.

"Saya selalu optimis dan berusaha melupakan kekurangan fisik. Ini lembaran baru, hidup baru yang harus saya jalani. Banyak mimpi yang mesti aku kejar, banyak yang harus saya lakukan buat saya pribadi, keluarga, dan Indonesia meski secara fisik belum mampu memaksimalkannya," terang Abdee.

Abdee berharap pengalamannya tersebut bisa menjadi pelajaran untuk orang lain agar menjaga kesehatan.

"Saya berharap orang belajar dari apa yang saya alami. Jangan sampai gaya hidup yang enggak sehat seperti makan enggak teratur, istirahat enggak cukup, dan minum air putih enggak banyak terulang lagi sama orang lain karena itu yang bikin sakit," tekannya. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Presiden Jokowi Sebut UN 2015 Sebagai Ujian Indeks Integritas Sekolah

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) kali ini berjalan cukup lancar. Dia meyakini, UN yang tak lagi menjadi tolak ukur kelulusan seorang siswa akan mengurangi tekanan yang dihadapi para siswa dan sekolah.

Dia menyebutkan pada tahun ini, ada peraturan yang baru dibuat pemerintah, yakni soal penetapan indeks integritas. Indeks integritas ini diterapkan kepada sekolah.

"Sekolah diukur indek integritasnya seperti apa. Ajak sekolah yang jujur, kejujurannya yang tinggi dan mana yang tidak jujur kelihatan. Ada mesinnya yang bisa ngecek yang ini jujur dan yang tidak jujur kelihatan," ucap Presiden Jokowi usai melakukan sidak bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan di SMAN 2 Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Pemerintah, sebut Jokowi, memiliki target untuk menghilangkan kecurangan, termasuk pembocoran soal untuk meningkatkan integritas di lingkungan sekolah.

Anies menambahkan, indeks integritas ini diterapkan kepada sekolah agar memacu mereka melaksanakan UN dengan jujur. Provinsi DKI Jakarta, kata Anies, adalah wilayah dengan tingkat integritas paling tinggi dibanding daerah lainnya.

"Ini jadi contoh. Jadi buat pertanyaan kita, kapan daerah lain menyusul, kapan sekolah lain menyusul karena yang ini sudah menunjukan indeks integritasnya tinggi. Harapannya, jalankan ujian nasional dengan baik termasuk nanti SMP," ucap Anies.

Anies mengatakan, indek integritas sekolah akan diumumkan setelah pelaksanaan UN. "Kalau diumumkan sekarang akan menimbulkan masalah. Kami akan umumkan semua, supaya transparan," katanya.

UN 2015 berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni tidak lagi menentukan kelulusan. Kemdikbud menetapkan nilai standar 5,5 dan tidak ada kewajiban mengulang.

Pada UN 2015, juga diselenggarakan UN berbasis komputer di 585 SMA-SMK serta SMP di Tanah Air. Sekolah akan menerima dua laporan, yakni kinerja siswa dan integritas sekolah..

UN berbasis kertas tingkat SMA/SMK dilangsungkan pada 13 April hingga 15 April. Sementara untuk UN berbasis komputer tingkat SMA/SMK dilangsungkan pada 13 April - 16 April dan 20 April hingga 21 April. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Diego Simeone Yakin Laga Lawan Real Madrid Bakal Berbeda

TRIBUNJOGJA.COM - Jelang pertandingan perempat final Liga Champion antara Atletico Madrid menghadapi Real Madrid, pelatih Diego Simeone tidak merasa bahwa laga ini akan menjadi ulangan final di kompetisi yang sama pada musim 2013/14.

Simeone yakin bahwa pertandingan ini akan berjalan berbeda dan lebih mirip dengan semifinal Copa del Rey musim lalu yang dimenangkan oleh El Real. Pelatih asal Argentina itu juga tidak akan memandang ke belakang, di mana Los Colchoneros tidak perah kalah dalam enam pertandingan terakhir menghadapi Los Merengues.

"Saya tidak akan melihat ke belakang pada pertandingan sebelumnya karena saya yakin ini akan menjadi sesuatu yang baru dan pertandingan yang berbeda. Babak perempat final itu tidak sama dengan final Liga Champion," kata Simeone kepada AS.

"Ini adalah pertandingan yang berbeda karena tidak semua pemain pernah terlibat dalam pertandingan sebelumnya. Saya membayangkan bahwa ini akan lebih mirip semifinal Copa del Rey tahun lalu, di mana Madrid akan lebih aktif dalam bertahan." (*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Sidang Praperadilan Jero Wacik Ditunda Lantaran KPK Tak Hadir

Written By Unknown on Senin, 13 April 2015 | 11.22

TRIBUNJOGJA.COM - Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hadir pada sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik. Sidang yang sedianya dilangsungkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015), itu ditunda hingga pekan depan.

"Dari KPK sudah menyampaikan surat untuk meminta penundaan minimal satu minggu. Dengan demikian sidang kita tunda sampai pekan depan," kata hakim tunggal Sihar Purba, Senin (13/4/2015).

Pantauan di lokasi, Jero tampak hadir untuk menyaksikan jalannya persidangan. Dia didampingi istri dan anak-anaknya. Selain itu, sejumlah sanak keluarganya yang berasal dari Bali juga terlihat hadir. "Kami datang dengan full team," kata Jero.

Jero menggugat KPK atas penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan melakukan penyalahgunaan wewenang dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata periode 2008-2011 dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2011-2013. Pada kasus di Kemenbudpar, dugaan korupsi yang dilakukan Jero terkait penggunaan anggaran untuk memperkaya diri atau orang lain saat masih menjabat sebagai Menbudpar. KPK menaksir kerugian negara yang disebabkan Jero senilai Rp 7 miliar.

Selain kasus tersebut, KPK juga menetapkan Jero sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM. Dalam kasus tersebut, penetapan Jero sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan di Sekretariat Jenderal ESDM yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal ESDM Waryono Karno.

Selama menjadi Menteri ESDM, Jero melalui Waryono dan bawahannya yang lain diduga memeras sejumlah rekanan pengadaan di kementerian tersebut. Terhitung sejak tahun 2011 hingga 2013, menurut KPK, total uang yang diperoleh Jero dari pemerasan itu mencapai Rp 9,9 miliar. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Tak Ada Siswa Terlambat pada UN Hari Pertama di SMAN 5 Yogya

Laporan Reporter Tribun Jogja, Cahyo Nugroho T.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat, Senin (13/4/2015) di SMA 5 N Yogyakarta berjalan lancar dan tertib. Seluruh siswa mengikuti UN tanpa ada yang datang terlambat.

Untuk pelaksanaan UN hari pertama ini, mata pelajaran pertama yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Selanjutnya untuk mata pelajaran kedua yang akan diujikan adalah Kimia untuk jurusan IPA dan Geografi untuk jurusan IPS.

Salah satu peserta UN, Dity Octyvira, mengatakan, soal ujian Bahasa Indonesia tidak terlalu sulit untuk dikerjakannya. Ia menilai soal UN lebih mudah dari pada soal Try Out.

"Semoga ujian kedua nanti, aku bisa mengerjakannya dengan mudah," ujarnya saat jam istirahat.

Terkait hal itu, Sri Suyatmi, salah satu panitia peyelenggara, menambahkan, untuk peserta UN di SMA N 5 Yogyakarta, pesertanya tidak hanya seluruh murid SMA N 5 Yogyakarta saja. Namun ada tiga sekolah yang berdekatan dengan SMA 5 Yogyakarta bergabung di sini untuk melaksanakan UN. Ketiga sekolah itu adalah, SMA Perak Kotagede dengan10 siswa, SMA Swasta Budaya 6 siswa dan SMA Bias 13 siswa. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Presiden Jokowi Beli Sayur dan Buah-buahan di Pasar BSD Tangerang

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan blusukan ke Pasar Modern BSD di Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/4/2015) pagi. Di pasar ini, Jokowi meninjau harga bahan pokok serta membeli sejumlah sayuran dan buah-buahan.

Jokowi tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, Plt Gubernur Banten Rano Karno, dan Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany ikut mendampingi Jokowi.

Saat Jokowi tiba, ratusan warga Serpong yang sedang berbelanja dan para pedagang langsung berhamburan menghampiri Jokowi. Sontak, perhatian seisi pasar tertuju pada Jokowi. Mereka mengajak bersalaman hingga berfoto bersama Jokowi.

Warga berdesakan saat orang nomor satu negeri ini beranjak dari kios ke kios. Jokowi terlebih dulu mendatangi kios sayuran. Di sana, Jokowi menanyakan harga bawang merah, bawang putih, dan cabai.

"Harganya bawang merah Rp 20.000, bawang putih Rp 16.000, pak," sahut seorang pedagang.

Tak hanya mengecek harga, Jokowi juga membeli tiga ikat rambutan, jambu biji, selederi, dan sayuran. Jokowi juga mendatangi kios pedagang beras.

Pono, pedagang beras langsung mengeluhkan harga beras yang naik dari Rp 5.200 per liter menjadi Rp 5.800 per liter.

Jokowi selama ini kerap memeriksa perkembangan harga beras di pasar. Dia menugaskan Menteri Perdagangan untuk selalu memantau pergerakan harga beras. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Siswa di Bantul Akui UN Online Lebih Praktis

Tribun Jogja/Angga Purnama

Ratusan siswa kelas XII SMKN 2 Depok mengikuti simulasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sistem online, Jumat (27/3/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Siti Ariyanti

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMA/SMK pertama digelar hari ini, Senin (13/4/2015). Setidaknya empat sekolah di Kabupaten Bantul ditunjuk untuk melaksanakan UN secara online, salah satunya SMK N 1 Bantul.

Salah satu siswa SMK N 1 Bantul, Ma'ruf menuturkan, awalnya ia sempat was-was saat memasuki ruangan untuk mengikuti ujian. Ia khawatir jika secara tiba-tiba listrik mati ataupun server mengalami error.

Namun setelah mengerjakan soal satu demi satu, kekhawatiran itu berangsur hilang. Ia justru merasa lebih mudah dalam mengerjakan ujian karena tak perlu melingkari jawaban menggunakan pensil seperti ujian berbasis kertas.

"Memenuhi lingkaran jawaban dengan pensil kan memakan waktu. Begitu pula saat mengisi biodata. Tapi dengan UN online tinggal klik saja jadi lebih praktis. Kalau untuk kesulitan soal lebih sulit saat tryout," papar Ma'ruf usai ujian. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger