Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Anak Kelas 1 SD Bertanya: Apakah Gendut itu Buruk?

Written By Unknown on Kamis, 12 Februari 2015 | 11.22

TRIBUNJOGJA.COM - Laura Cacdac, seorang ibu yang bermukim di Palm Beach Gardens, FL, merasa kesal dan jengkel pada perawat di sekolah anaknya. Perawat tersebut memberikan surat yang memberitahukan bahwa Charley, putri Laura, memilih Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi.

Selanjutnya, surat tersebut menyatakan, IMT Charley yang tinggi membahayakan kesehatan serta kemampuan akademisnya. Kemudian, perawat sekolah menyimpulkan bahwa Charley kelebihan berat badan. Alhasil, Charley pun bertanya pada ibunya, apakah gendut itu berarti buruk?

Pertanyaan buah hatinya tersebut sangat mengusik pikiran Laura. Sebab, apa yang dilakukan perawat sekolah, lebih kurang mengajarkan pada Charley bahwa ada yang salah pada tubuh Charley.

Dengan rasa kecewa yang mendalam, Laura tidak tinggal diam, dan segera mendatangi perawat sekolah yang memutuskan bahwa IMT Charley terlalu tinggi berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan Amerika Serikat, dan mengindinkasikan bahwa anaknya mengalami kelebihan berat badan.

"Makanan favorit anakku adalah alpukat, brokoli, dan apel. Dia sangat sehat dalam segala hal, fisik, psikis, dan akademis," jelas Laura.

Selanjutnya, Laura menguraikan kekhawatiran atas surat yang dikeluarkan pihak sekolah tersebut akan menciptakan imaji citra diri yang keliru pada anak-anak. Sebab, tanpa penjelasan merinci, pihak sekolah seenaknya mengatakan bahwa ada kesalahan dalam IMT anaknya.

"Pertanyaan pertama Charley padaku adalah 'apakah mereka berpikir aku gendut? Apakah itu salah? Apakah gendut itu buruk?," imbuhnya.

Menurut Laura, seharusnya sebelum surat tersebut diberikan pada anak, pihak sekolah semestinya menyampaikan terlebih dulu pada orangtua. Lalu, kemudian orangtua menjelaskan pada anak, bukan sebaliknya. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More

AS Siapkan Pasukan Khusus Bunuh Pemimpin ISIS

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Barack Obama menyatakan akan mengirimkan pasukan khusus Amerika Serikat (AS) untuk membunuh para pemimpin ISIS. Saat ini Obama mengajukan kepada Kongres untuk mengizinkan operasi militer darat guna mencegah invasi skala besar ISIS.

Rabu waktu AS atau Kamis (12/2/2015) WIB ini Obama meminta para wakil rakyat untuk mendapatkan persetujuan formal guna memerangi ISIS di darat. Jika perlu di Irak dan Suriah sekaligus.

"Koalisi kita sedang ofensif," kata Obama seraya mengatakan ISIS kini sedang dalam posisi defensif dan akan segera kalah.

Obama mengatakan jika perlu AS akan membantu serangan lewat darat terhadap ISIS.

"Jika kita punya intelijen yang bergerak mengenai kumpulan para pemimpin ISIS, dan sekutu-sekutu kita tidak punya kapasitas untuk memburu mereka, maka saya siap untuk memerintahkan pasukan khusus kita untuk beraksi," kata Obama.

"Saya tak ingin membiarkan teroris-teroris ini punya tempat aman untuk bersembunyi," tutup Obama. (Antara)


11.22 | 0 komentar | Read More

Saatnya Umat Islam Tunjukan Identitas Melalui Kebudayaan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dengan diiringi alunan pangkur, ratusan orang tampak menandatangani sebuah lembar kain di serambi Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Rabu (11/2/2015). Penandatangan kain tersebut merupakan bentuk dukungan sejumlah tokoh Islam Yogyakarta dan masyarakat umum atas dideklarasikannya Forum Musyawarah Seniman dan Budayawan Muslim Yogyakarta.

Berangkat dari ketegangan yang selama ini muncul di tengah masyarakat, baik itu dari sesama umat Islam ataupun dengan umat agama lain akibat perbedaan teologi maupun cara pandang terhadap tata cara keagamaan, beberapa tokoh Muslim Yogyakarta yang dikoordinir oleh Kyai Abdul Muhaimin mendeklarasikan Forum Musyawarah Seniman dan Budayawan Muslim Yogyakarta.

"Melalui forum ini kami bermaksud menyumbangkan pikiran sebagai upaya menjernihkan hubungan yang fungsional dan dinamis antara agama dan kebudayaan," ungkap Abdul Muhaimin.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama ini di tengah umat Islam sendiri ada kontroversi mengenai perdebatan budaya. Ada sebagian pihak yang menganggap kebudayaan adalah sesuatu yang merusak aqidah (keyakinan), dan forum ini berupaya untuk menggeser paradigma tersebut.

Menurut Abdul Muhaimin, selama ini kebudayaan yang berkembang adalah kebudayaan yang tidak memiliki akar spiritual dan religiusitas. Budaya dan kebudayaan yang selama ini ada hanya dijalani oleh mereka yang tidak memahami spiritualitas, sehingga budaya hanya diapresiasi sebatas pertunjukan.

"Padahal Yogyakarta memiliki sejarah panjang dalam dalam mengelola proses akulturasi entitas budaya dan agama. Masjid Mataram Kotagede yang menjadi simbol kekhalifahan Islam adalah sebagai bukti dan tonggak budaya Muslim di tanah Jawa," ungkapnya.


11.22 | 0 komentar | Read More

Icuk Setengah Hari Sembunyi di Parit Setelah Bunuh PSK

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Pelaku pembunuhan terhadap NH (18) alias Ririn, seorang pekerja seks di lokalisasi pelacuran Argorejo, Kota Semarang, akhirnya diringkus aparat kepolisian.

Sebelum ditangkap, pelaku Sukowati atau Icuk (24) bersembunyi dalam sebuah parit yang tertutup kayu tak jauh dari lokasi pembunuhan di Gang Argorejo 1 Nomor 27, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat.

Kepala Kepolisian Resor Besar Kota Semarang Komisaris Besar Djihartono membenarkan jajarannya menangkap pembunuh PSK, kurang dari 24 jam. Pelaku bersembunyi di parit selama kurang lebih 12 jam.

"Kami tangkap di dekat lokasi kejadian. Kami juga sudah periksa saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Djihartono, Rabu (11/2/2015).

Dalam mengungkap jejak pelaku, polisi juga sempat mengerahkan anjing pelacak dan berhasil mengendus jejak pelaku.

Icuk sendiri mengaku sengaja kabur agar dirinya tidak babak belur dihajar warga. Dia sendiri sempat dikira pencuri ketika hendak membawa korban Ririn masuk ke taksi. "Saya lari ke arah makam, di sana warga sudah kehilangan jejak. Kemudian saya ngumpet di gorong," ujar pelaku saat digelandang di Mapolrestabes Semarang.

Saat berada di parit selama hampir 12 jam itu, dia sempat mengirim pesan SMS kepada temannya untuk meminta bantuan mengambilkan motor yang tertinggal di lokasi kejadian. "Ketika SMS, saya masih ngumpet," katanya.

Saat diperiksa, pelaku asal Kecamatan Parakan, Temanggung, itu menyangkal telah membunuh kekasihnya itu. Setelah menganiaya Ririn, pelaku mengaku berusaha membawa korban ke rumah sakit dengan menumpangi taksi. Saat itu, kata pelaku, pacarnya masih hidup.

Ririn adalah warga lokalisasi baru pindahan dari Bandungan, Kabupaten Semarang. Ia ditemukan meninggal dunia dengan luka di wajah serta lebam di sekujur tubuhnya. Korban Ririn ditengarai tengah hamil tiga bulan. Pembunuhan diduga dilatarbelakangi ketidasetujuan sang pacar kalau Ririn menjadi PSK. (Kompas.com/Kontributor Semarang, Nazar Nurdin)


11.22 | 0 komentar | Read More

Artis Cantik Ini Mengaku Dua Tahun Tak Pernah Bercermin

TRIBUNJOGJA.COM - Aktris serial televisi Nashville, Connie Britton, akhirnya mengungkapkan kalau dirinya telah melalui waktu sekitar dua tahun tanpa menatap cermin sekalipun. Bahkan tak pernah menyempatkan sekilas untuk melihat refleksi dirinya lagi.

Bercerita kepada pakar kecantikan yang sekaligus seorang kontributor situs Yahoo, Bobbi Brown, aktris yang berusia 47 tahun ini mengakui kalau dirinya sudah menjadi orang tua tunggal sejak bulan November 2011 lalu. Setelah mengangkat anak laki-laki asal Ethiopia, Yony, dirinya tak lagi memiliki waktu untuk memikirkan segala sesuatu yang menyangkut perawatan kecantikannya.

"Saya menghindari cermin sebisa mungkin," ujarnya menjelaskan. "Setelah menjadi seorang ibu, saya memutuskan untuk tidak akan menatap ataupun melihat cermin lagi. Saya tidak menemukan masalah, malah sudah berjalan hampir dua tahun."

Connie yang memerankan seorang penyanyi musik country Rayna Jaymes dalam serial Nashville (memasuki musim ketiga), merasa lebih nyaman ketika menjalankan aktivitas hari-harinya tanpa menggunakan riasan dibanding ketika harus menghadiri acara besar dengan gelaran karpet merah.

"Terus terang, saya hanya menggunakan riasan pada wajah ketika harus menjalankan pekerjaan saya. Apalagi saat memiliki kesempatan untuk tidak menggunakan alat kecantikan pada wajah. Bukan main senangnya! Saya hanya berusaha menghargai penampilan natural yang apa adanya," Connie menjelaskan.

Aktris yang juga membintangi serial American Horror Story ini juga mengakui kalau dirinya merasa beruntung bahwa tidak ada satupun peran yang sangat tergantung pada penampilannya. Menurut Connie, apa yang dijalankannya saat ini cukup membantu meringkankan "beban" dirinya untuk selalu tampil cantik, seperti yang dialami aktris perempuan seusia dirinya.

"Semakin bertambah usia, teman-teman saya di dunia seni peran pun banyak yang berusaha untuk mengagungkan kecantikan dengan melakukan segala cara. Tidak dengan saya," tambahnya. Connie juga berujar, pencapaiannya untuk tidak menatap cermin dan tampil senatural mungkin tanpa riasan wajah apapun, membuat hidupnya lebih nyaman meski harus melalui proses berliku yang tidak mudah. (Dailymail)


11.22 | 0 komentar | Read More

Drone Ambulance untuk Tekan Kematian Pada Kecelakaan

TRIBUNJOGJA.COM - Perusahaan desain yang bergerak di bidang rancangan Argodesain sedang mengembangkan konsep pembuatan Drone Ambulance.

Konsep drone ambulance mengambarkan bagaimana mengembangkan layanan tanggap darurat secara cepat di lingkungan yang perkotaan yang padat dan macet.

Ambulance itu diharapkan mampu berperan menekan angka 1000 jiwa yang mati karena lambannya respon saat terjadi kecelakaan.

ist

Dikutip dari designboom.com, beberapa desain ambulance yang mampu terbang itu bisa dikendarai oleh pilot yang membawa korban.

Rancangan teknologi canggih itu dilengkapi dengan perangkat GPS yang memungkinkan dikendalikan dari jarak jauh.

ist

Drone ambulan itu didesain agar bisa mendarat dimana saja tempat kejadian untuk menjemput pasien untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. (tribunjogja.com)


11.22 | 0 komentar | Read More

Harga Bensin di Teluk Bintuni Tembus Rp200 Ribu per Liter

Written By Unknown on Rabu, 11 Februari 2015 | 11.22

TRIBUNJOGJA.COM, PAPUA BARAT - Harga bahan bakar minyak jenis premium di Distrik Moskona Timur, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, saat ini mencapai Rp200.000 per liter, kata Kepala Distrik Moskona Timur Jendri Salakory di Manokwari, Rabu (11/2/2015).

Dia mengatakan sebelumnya harga satu liter bensin di distrik itu Rp250.000 dan setelah pemerintah menurunkan harga premium dari Rp8.500 menjadi Rp6.600 per liter pedagang setempat menurunkan harganya menjadi Rp200.000 per liter.

Menurut dia, transportasi yang sulit menuju distriknya membuat harga bahan bakar minyak jadi tinggi.

Distrik Moskona Timur, dia melanjutkan, hanya bisa dijangkau menggunakan alat transportasi udara dan pedagang harus mengeluarkan biaya tinggi untuk carter pesawat pengangkut bahan bakar minyak.

"Distrik Moskona Timur hanya dapat dijangkau oleh pesawat jenis pilatus dan helikopter. Harga carter pesawat satu kali penerbangan mencapai Rp85.000.000, sementara heli satu kali penerbangan Rp146.000.000," kata kepala distrik.

Ia meminta pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat serta Pemerintah Pusat segera membuka akses jalan menuju Moskona Timur, yang terdiri atas 12 kampung.

"Salah satu cara untuk mengatasi kesulitan yang dialami oleh masyarakat Distrik Moskona Timur adalah membuka akses jalan menuju daerah itu karena selama ini masyarakat hanya andalkan transportasi udara yang membuat harga barang-barang sangat mahal," ujarnya.

Pembukaan akses jalan darat, ia mengatakan, akan membuat ongkos transportasi barang menurun sehingga harga barang lebih terjangkau serta memicu peningkatan perekonomian dan daya beli masyarakat setempat. (Antara)


11.22 | 0 komentar | Read More

Pria India Kubur Hidup-hidup Putrinya Karena Ingin Punya Anak Laki

TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah kisah tragis datang dari India. Pria bernama Abul Hussein ditangkap pihak kepolisian setelah diduga melakukan percobaan pembunuhan putrinya bernama Ruskshena yang masih berusia 10 tahun.

Ruskshena dikubur hidup-hidup di halaman belakang rumah dan dipukuli. Beruntung para tetangga mengetahui hal tersebut dan melaporkan tindakan Abul pada polisi.

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, Abud mengatakan bahwa dia tidak menyukai anak perempuannya. Pria tersebut benci dengan sang putri karena dia lebih ingin memiliki anak laki-laki. Abul sangat putus asa karena keinginannya tidak terwujud, hingga bentuk kecewanya dilampiaskan dengan mengubur Ruskshena.

dailymail

(Anak perempuan Abul saat ditemukan | Foto: dailymail.co.uk)

"Kami menerima laporan dari seorang penduduk desa yang mengatakan bahwa ada seorang pria yang mencoba membunuh putrinya dengan cara mengubur hidup-hidup," ujat Pradip Dey, pejabat senior kepolisian setempat. "Kami berhasil menyelamatkan anak perempuan itu dan menangkap Abul Hussein,"

Saat ini Abul sedang menjalani pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hingga saat ini, masyarakat India banyak yang masih percaya bahwa memiliki anak perempuan hanya menambah beban ekonomi mereka. Banyak keluarga yang mengabaikan anak perempuannya karena anggapan kuno ini.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi Ruskshena sudah membaik dan sekarang tinggal bersama ibu dan dilindungi oleh keluarganya. (Vemale)


11.22 | 0 komentar | Read More

Presiden Jokowi Akan Tutup KUII VII di Yogya

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sepulangnya dari kunjungan kerja ke luar negeri, Presiden Joko Widodo dijadwalkan menutup Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Ballroom Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Rabu (11/2/2015).

Kongres ini diikuti oleh 700 elemen organisasi Islam se-Indonesia sejak 8-11 Februari 2015. Perwakilan dari 42 kasultanan/kerajanan Islam nusantara juga hadir dalam perhelatan lima tahunan ini.

"Kongres kali ini menegaskan, NKRI adalah puncak cita-cita islam di negara ini. NKRI berdasarkan Pancasila yang di dalamnya memuat Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Ketua Panitia KUII VI Slamet Effendi Yusuf sebelum pembukaan dimulai.

Sebelum pembukaan dimulai, sempat terjadi silang pendapat dari peserta Kongres. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Perempuan Anti-korupsi Menunggu Jokowi di Gedung Agung

Tribun Jogja/Khaerur Reza

Puluhan aktivis dari Gerakan Perempuan Anti-Korupsi Yogyakarta, menggelar aksi damai jelang kedatangan Presiden Jokowi di Yogya, Rabu (11/2/2015). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza

TRIBUNJOGJA.COM, JOGJA - Puluhan perempuan tampak berkerumun dengan membawa berbagai macam poster di depan pintu gerbang Benteng Vredeburgh Yogyakarta, Rabu (11/2/2015).

Para perempuan tersebut berasal dari Gerakan Perempuan Anti Korupsi Yogyakarta. Mereka melakukan aksi untuk menuntut Presiden Jokowi melakukan sesuatu guna menghentikan pelemahan KPK.

Nampak beberapa poster yang dibawa bertuliskan 'Save Indonesia Tanpa Korupsi Sekarang', 'Kami Meminta Presiden Jokowi Untuk Bertindak dan Berantas Korupsi' serta lainnya.

"Ini gerakan panjang yang nafasnya dari rakyat untuk rakyat. Kita akan berikan pernyataan kepada Presiden Jokowi," ujar Humas Aksi, Dyah koessusita.

Aksi yang dilakukan tepat di seberang Gedung Agung tersebut berjalan tertib dengan kawalan beberapa Polwan. Tidak ada kemacetan lalu lintas yang ditimbulkan dari aksi itu. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger