Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Gitaris Geisha Ditangkap dalam Kasus Narkoba

Written By Unknown on Sabtu, 19 Oktober 2013 | 11.22

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Roby Satria, gitaris Gheisa itu, ditangkap satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Pusat. Ia ditangkap di rumah kontrakannya di kawasan Pangadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, kemarin, 18 Oktober 2013, sekitar pukul tujuh malam.

Dari penangkapan tersebut, polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa satu bungkus kertas koran berisi daun ganja dengan berat netto 0,5890 gram dan satu bungkus cigarette papper merek Marsbrand.

Penangkapan Roby merupakan bagian dari pengembangan yang dilakukan polisi. Sebelumnya, polisi lebih dulu menangkap HEN, pada 7 Oktober 2013, dengan barang bukti satu linting ganja sisa pakai dengan berat netto 0,0556 gram dan 5,1286 gram.

HEN kepada polisi mengaku bahwa lintingan ganja bekas pakai itu adalah milik RS. Tapi polisi lebih dulu menangkap tersangka RD. Dari keterangan RD polisi menangkap Roby.

"Yang katanya gitaris itu," ucap Wakapolres jakarta Pusat AKBP Umar R Fana, Sabtu, (19/10/2013), dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat.

"Kami tanya, iya itu barang dia. Kemudian kami kembangkan lagi," katanya.

Polisi menangkap RS di rumah kontrakannya setelah melakukan penggeledahan. Dari penggeledahan itu ditemukan ganja seberat 0,5890 gram.(*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Satu Keluarga Tersambar Petir, Dua Tewas

TRIBUNJOGJA.COM, BONE - Hujan deras yang hanya berlangsung selama 10 menit mengakibatkan satu keluarga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tersambar petir. Dua tewas di tempat sementara dua lainnya kritis.

Keempatnya merupakan satu keluarga yang tengah menabur bibit kacang hijau di areal persawahan sekira pukul 10.00 wita. Jumat, (18/10/2013).

Peristiwa yang menimpa warga Dusun Weddae, Desa Patanga, Kecamatan Tellusiattingnge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini bermula saat keempatnya tengah menabur bibit kacang hijau di persawahan berjarak satu kilometer dari kediaman mereka. Tiba tiba hujan deras mengguyur.

Keempat korban pun berteduh di gubuk persawahan tanpa dinding dan beratap seng. Saat itulah petir langsung menyambar gubuk. Hj Salma (65) serta cucunya, Karisma (16) langsung tewas di tempat kejadian. Sementara H Kamire (50) serta isterinya Hj Kanang (40) kritis dan dilarikan ke Puskesmas setempat.

"Dua tewas di tempat kejadian dan dua lainnya terluka tadi hujannya tidak terlalu lama cuma deras sekali pas berhenti langsung ada petir," kata AKP Musliadi, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tellusiattingnge.

Kedua korban tewas langsung dibawa ke rumah duka dan disambut isak tangis pihak keluarga. Sementara, korban luka dilarikan ke Puskesmas setempat sebelum akhirnya dipulangkan atas permintaan sendiri.

"Sore ini langsung dimakamkan karena kondisi jasad yang gosong," kata Muhammad Tahir, Kepala Desa Patanga.(*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Ahok : Jangan Sampai yang Pintar dan Goblok Penghasilannya Sama

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pihaknya akan melakukan pengkajian terkait permintaan para guru honorer yang ingin Pemprov DKI memperhatikan kesejahteraan mereka.

"DKI sudah habiskan Rp 7 triliun per tahun untuk guru. Ini persoalan. Jadi akan dikaji. Jangan sampai pinter goblok penghasilan sama," ujar Basuki atau Ahok di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2013).

Ahok menjelaskan, salah satu cara yang akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang memiliki kualitas yakni dengan mengikutsertakan mereka ke dalam serangkaian tes.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta, I Made Karmayoga. Serangkaian tes akan dilaksanakan pada tanggal 18 November 2013.

"Persyaratannya, yang lulus akan masuk jadi PNS. Kalau guru bantu, kami sudah ketemu pak Menteri dan setuju," kata Karmayoga.(*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Ratu Hemas Relakan Hayu Tinggalkan Keraton

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ekasanti Anugraheni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengaku telah merelakan salah seorang putrinya pergi meninggalkan Keraton Yogyakarta, kelak mengikuti suaminya. GKR Hemas pun menyatakan lega selangkah lagi semua putrinya akan mentas berkeluarga.

Ihwal GKR Hayu yang akan menjalani prosesi pernikahan pada 2-13 Oktober ini, GKR Hemas mengungkapkan, putri kesayangannya itu mau tidak mau kelak harus mengikuti suaminya, KPH Notonegoro, yang bekerja di kantor pusat UNDP.

"Meskipun sepi, tapi saya ikut senang. Saya lega anak-anak sudah berumahtangga semua," tutur GKR Hemas di Keraton Kilen, Jumat (18/10/2013) sore. Di mata Hemas, Hayu ialah salah seorang putrinya yang punya kepedulian tinggi terhadap Keraton.

Hayu punya cita-cita besar untuk memajukan Keraton sebagai poros kebudayaan DIY yang mampu berdampingan dengan kehidupan modernitas dan kemajuan teknologi. Hal itu dibuktikannya dengan menginisiasi lembaga baru Tepas Tandhayekti.

Melalui tepas itu, Hayu yang bertindak sebagai penghageng telah sukses meluncurkan website www.kratonwedding.com untuk mempromosikan Keraton ke mata dunia. Hayu bahkan sempat mengutarakan niatannya untuk mengembangkan website resmi Keraton.

"Hayu memang berfikiran lebih maju dan pandai. Karena itulah, ia memilih pendidikan di bidang teknologi informasi. Karena dia (Hayu) kini Keraton bisa diakses dunia," tutur istri Sri Sultan HB X yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Selain kepeduliannya terhadap Keraton, Hemas juga terkesan dengan kepedulian Hayu terhadap keluarga terutama menyangkut kesehatan dirinya. Hayu pulalah yang selalu mendorongnya untuk check up kesehatan rutin mengingat kesibukannya menguras waktu dan tenaga.

Bahkan, di sela kesibukannya, Hayu mau meluangkan waktu untuk mengantarkan ibundanya check up kesehatan jantung ke Singapura. "Hayu memang jarang bicara, banyak diam, tapi sangat peduli terutama kesehatan ibunya ini," ucapnya seraya tersenyum.

Bahkan, kepeduliannya terhadap Keraton itu pulalah yang menjadi satu di antaranya alasan Hayu menunda pernikahannya yang rencananya digelar berbarengan dengan adiknya, GKR Bendara pada 2011.

Sempat risau

Menurut Hemas, Hayu sempat risau jika ia menikah, otomatis ia harus meninggalkan Indonesia dan berpisah dengan Keraton. "Sejauh apapun, harapannya ia tetap peduli," imbuh Ratu Hemas yang bernama kecil Tatiek Dradjad Supriastuti.

Di tempat terpisah, Sri Sultan HB X turut merasakan kebahagiaan serupa. Sebagai seorang ayah, Sultan lega telah mengantarkan putri-putrinya menuju jenjang kehidupan yang baru.

"Saya hanya mencoba menjadi orangtua yang baik. Semoga dia berbahagia," tutur Raja yang juga Gubernur DIY ini. Meski demikian, Sultan berpesan agar putri keempatnya itu tidak melepaskan tanggungjawabnya sebagai keluarga Keraton meskipun berada di luar negeri.

Di manapun tempat tinggalnya dan apapun profesinya, Hayu tetaplah bertanggunjawab melestarikan tradisi keraton agar tidak lenyap di tengah modernisasi. "Kalau ada acara tradisi ya datang, tapi kalau jauh, nggak datang juga tidak apa-apa. Asalkan tanggungjawab ke Keraton masih ada," ucap Sultan.

Rangkaian Pawiwahan Ageng pada 21-23 Oktober akan diawali prosesi pisowanan/parakan nyantri di Keraton Kasultanan Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan siraman, majang, pasang tarub, tantingan dan midodareni, ijab qabul, panggih, kirab temanten hingga resepsi di Bangsal Kepatihan.

Kemudian diakhiri pamitan pada Rabu (23/10) malam. "Upacara pernikahan kali ini memang dipadatkan waktunya karena mereka (GKR Hayu dan KPH Notonegoro) harus segera kembali ke Amerika tanggal 28 Oktober," tutur Hemas.

Sebagai bagian syarat menjelang dhaup ageng, sehari sebelumnya calon suami GKR Hayu akan diinapkan di Ndalem Mangkubumen sebelum dijemput masuk Keraton. Lokasinya satu kawasan dengan Universitas Widya Wiwaha atau sebelah barat pasar Ngasem.

Ndalem Mangkubumen merupakan kediaman Pangeran Mangkubumi. Setelah wafat pada 1918, Ndalem Mangkubumen menjadi kediaman Sultan HB VII dan VIII. Bahkan rumah tersebut pernah menjadi tempat tinggal sementara Jenderal Sudirman saat agresi Belanda II pada 1948.

Ritual pertama yang akan dijalani KPH Notonegoro adalah siraman di Kasatriyan. Siraman menggunakan air dari tujuh sumber mata air yang ada di Keraton. "Siraman untuk Hayu pada pukul 10.15, sedangkan siraman Notonegoro pukul 10.45," kata Hemas.(Ekasanti Anugraheni)


11.22 | 0 komentar | Read More

Motif Keributan Brimob-TNI Belum Diketahui

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Dua orang anggota Brimob dari satuan gegana mendapat luka tusuk akibat kericuhan dengan beberapa anggota TNI di karaoke Venus, Depok Town Square, Depok, Jumat (18/10/2013). Sementara itu seorang anggota TNI juga terluka di bagian kepala.

Tiga orang terluka akibat insiden tersebut. Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban yang bernama William dan Sugandi tengah memesan minum di lobi kafe dekat kasir di area Karoke Venus Kafe Detos, sekitar pukul 22.30 WIB.

Tiba-tiba keduanya diserang oleh empat orang yang merupakan anggota TNI. Korban yang terluka dalam insiden tersebut kemudian memberi tahu rekan-rekannya yang berada di room 6 tempat karoke tersebut.

Tak ayal, bentrok diantara dua kelompok aparat ini tidak terhindarkan hingga menyebabkan tiga orang terluka.

Sementara itu, pihak Polres Kota Depok mengaku belum mengetahui motif terjadinya insiden tersebut.

"Belum tahu (motifnya)," ujar Wakapolresta Depok AKBP Irwan kepada wartawan.

Penanganannya sendiri akan dikoordinasikan kesatuan-kesatuan terkait. Sedangkan dari hasil olah TKP, petugas mengamankan satu pisau lipat, dan dua telepon genggam.(*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Yuk Kenali Obat Antikolesterol Golongan Statin

Mengenal Obat Antikolesterol Golongan Statin

Oleh: Dr Tri Murti Andayani SpFRS Apt
Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada

POLA makan jaman sekarang dengan banyaknya fast food yang tinggi kolesterol dan kurang serat meningkatkan kejadian gangguan penyakit terkait dengan peningkatan kolestrol, seperti stroke, serangan jantung, dan lain-lain.

Untuk menurunkan kolesterol dan menjaga agar kadar kolesterol normal, di samping mengatur pola makan, dokter sering meresepkan obat-obatan. Salah satu obat penurun kolesterol yang paling sering diresepkan adalah golongan statin, seperti: simvastatin, atorvastatin, lovastatin, dan lain-lain.

Statin sering diresepkan dokter kepada seseorang yang mengalami hiperlipidemia untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hiperlipidemia adalah suatu gangguan yang diakibatkan tingginya kadar lemak (kolesterol, trigliserida, atau keduanya) dalam darah akibat adanya kelainan metabolisme atau transportasi lemak (disebut juga lipid). Lemak merupakan zat kaya energi yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh.

Lemak diperoleh dari makanan atau dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan bisa disimpan di dalam sel-sel lemak untuk digunakan di kemudian hari. Dua lemak utama dalam darah meliputi kolesterol dan trigliserida. Lemak mengikat dirinya pada protein tertentu sehingga bisa larut dalam darah. Gabungan antara lemak dan protein ini disebut lipoprotein.

Lipoprotein yang utama adalah kilomikron, VLDL (Very Low Density Lipoproteins), LDL (Low Density Lipoproteins), dan HDL (High Density Lipoproteins). HDL kita kenal sebagai "kolesterol baik", dan LDL adalah "kolesterol jahat".

Kolesterol pada dasarnya adalah suatu senyawa lipid yang dibutuhkan tubuh dalam sintesis membran sel dan hormon dalam jumlah kecil. Jika kadar kolesterol ini berlebihan, maka akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Hiperlipidemia dapat meningkatkan resiko terkena aterosklerosis, penyakit jantung koroner, pankreatitis (peradangan pada organ pankreas), diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit hepar dan penyakit ginjal. Yang paling sering adalah risiko terkena penyakit jantung.

Terapi obat penurun lemak darah telah terbukti mampu menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler/cerebrovaskuler. Dalam tatalaksana terapi hiperkolesterolemia, penurunan kadar LDL merupakan tujuan utama. Kadar LDL dapat diturunkan melalui perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang baik, diet rendah lemak dan olah raga, namun banyak orang yang merasa sulit untuk mempertahankan perubahan gaya hidup yang baik.

Statin, suatu penghambat 3-hidroxy-3-methylglutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reductase, merupakan obat yang sering digunakan untuk menurunkan LDL. Statin menghambat biosintesa kolesterol di hepar, sehingga dapat menurunkan kolesterol. Statin juga berguna untuk menstabilkan plak di pembuluh darah (plak dapat pecah dan dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke) dan mengurangi peradangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa statin dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung koroner dan dapat mencegah terjadinya stroke. Beberapa jenis statin dijual dengan nama merek yang berbeda, misalnya simvastatin (Zocor), atorvastatin (Lipitor), pravastatin, cerivastatin, fluvastatin (Lesicol), lovastatin, dan rosuvastatin (Cestor).

Manfaat dan Risiko Statin

Seperti halnya obat lainnya, statin mempunyai manfaat dan risiko. Kebanyakan orang dapat mentoleransi statin dengan sangat baik, tetapi pada beberapa orang mengalami efek samping. Pada sekitar 10% pasien yang menggunakan simvastatin mengalami efek samping terkait dengan otot (miopati atau gangguan otot). Rasa sakit yang ditimbulkan bisa berupa rasa ketidaknyamanan ringan, sampai betul-betul bisa mengganggu aktivitas seperti sulit naik tangga atau mudah lelah padahal hanya berjalan biasa.

Walaupun amat jarang terjadi, konsumsi statin dosis tinggi dan atau dampak penggunaan obat lain bersamaan dengan statin bisa menimbulkan rhabdomyolysis yaitu kerusakan otot yang dapat menimbulkan kerusakan ginjal dan bahkan berpotensi kematian. Pasien yang berrisiko mengalami miopati adalah usia lebih dari 80 tahun, menggunakan dosis statin yang tinggi, menggunakan obat lain secara bersama atau pasien dengan penyakit lain seperti gangguan ginjal dan hepar.

Jika pada saat mengkonsumsi statin merasakan nyeri sendi atau otot atau kelemahan yang tidak bisa dijelaskan, maka sebaiknya langsung menghubungi dokter. Wanita hamil dan orang dengan penyakit hati aktif atau kronis sebaiknya tidak mengkonsumsi statin. Beberapa orang yang menggunakan statin dapat mengalami kebingungan mental, namun hal ini bukanlah masalah serius karena akan segera hilang jika penggunaan statin dihentikan.

Efek samping bisa bermacam-macam dan kejadiannya dapat berbeda antar individu. Biasakan selalu konsultasi dengan Apoteker terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan obat baru, apalagi jika sudah terdiagnosa penyakit lain dan atau sedang mengkonsumsi obat lain. Hiperlipidemia adalah gangguan yang harus segera diatasi, jika kadar kolesterol dalam darah semakin meningkat, akan ada beberapa penyakit lain yang akan menghampiri. Namun jika salah memilih obat, maka akan menimbulkan permasalahan yang lebih serius. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah mengubah gaya hidup, makan makanan dengan pola yang seimbang dan olahraga yang teratur. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Bupati Gunungkidul Setuju Anggaran Mobil Dinas Dipakai Modal

Written By Unknown on Jumat, 18 Oktober 2013 | 11.22

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bupati Gunungkidul, Badingah menyetujui anggaran pembelian tiga kendaraan dinas untuk dirinya, tiga wakil ketua dewan dan sekretaris daerah digunakan untuk penyertaan modal di Bank Daerah Gunungkidul(BDG) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Dana tersebut bisa menambah modal pemerintah daerah di dalam BUMD. "itu kan belum clear( penyertaan modal) tapi memang diusulkan untuk penyertaan modal. Tidak masalah,"ucapnya saat ditemui usai persiapan penyambutan Presiden SBY di rumah dinas bupati, Kamis(17/10/2013).

Badingah menjelaskan, Pemkab Gunungkidul akan menambah penyertaan modal di dua bank BUMD yakni BDG dan BPD. Mengenai berapa jumlahnya, sampai saat ini masih dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah(TAPD) dan Dewan. Dengan penyertaan modal ini diharapkan bisa menambah jumlah modal yang dmiliki oleh pemerintah di BUMD yang bergerak di bidang perbankan tersebut.

Khusus untuk BPD DIY, karena tahun 2014 akan berubah menjadi sebuah Perseroan Terbatas(PT), minimal harus memiliki modal sebesar Rp 1 trilyun. Modal tersebut harus ditanggung oleh seluruh kabupaten kota di DIY. Untuk kabupaten Gunungkidul, penyertaan modalnya masih kekurangan sekitar Rp 45 milyar.

"Sebagian( anggaran yang tidak jadi digunakan untuk membeli kendaraan dinas) akan digunakan untuk penyertaan modal BDG dan BPD. Sudah dibahas, namun belum disahkan,"jelasnya.

Sementara terkait dengan rencana pembelian kendaraan dinas yang sudah disetujui oleh banggar dan TAPD yakni kendaraan dinas wakil bupati, tiga asisten sekda dan 18 camat, Badingah mengungkapkan hal tersebut sudah sesuai dengan usulan awal dan tidak ada masalah. Kendaraan camat yang lama nantinya bisa dihibahkan ke bagian-bagian lain karena masih cukup layak.

"Saya tidak masalah(rencana pembelian kendaraan camat, wakil bupati dan asek). Nanti kendaraan lama milik camat bisa dihibahkan untuk ambulan atau bagian mana yang masih membutuhkan,"ucapnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Gunungkidul, Anik Indarwati menambahkan, usulan penyertaan modal untuk BDG dan BPD DIY masih dibahas dan belum ada hasilnya. Diharapkan, dalam waktu dekat sudah bisa dicapai kesepahaman sehingga penyertaan modalnya bisa segera dilaksanakan.

"Sudah dibahas namun belum disahkan,"imbuhnya.
Sebelumnya, anggota Banggar DPRD Gunungkidul, Imam Taufik sudah memastikan rencana pembelian kendaraan dinas unruk bupati, wakil ketua dewan dan sekda dicoret. Anggaran untukm pembelian kendaraan dinas tersebut dialihkan untuk penyertaan modal di BDG dan BPD DIY.

"Semua sudah clear, pengadaan kendaraan dinas bupati,sekda dan wakil ketua dewan sudah dibatalkan. Yang disetujui hanya untuk camat, asek dan wakil bupati saja,"katanya.(*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Polres Bantul Tembak Pencuri Mesin Perahu

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jajaran Satreskrim Polres Bantul menembak seorang pelaku pencurian mesin perahu yang sudah melakukan aksinya di tiga wilayah yakni Gunungkidul, Bantul dan Kulonprogo. Lima mesin hasil kejahatan telah diamankan oleh Polisi sebagai barang bukti.

Kanit Idik 1 Satreskrim Polres Bantul, Iptu Feby Dwinata, Kamis (17/10) mengungkapkan, tiga tersangka tersebut antaralain Niken Wulandari (35), Eddy Suprapto (35), dan Eko Supriyadi (20). Kedua tersangka yakni Niken Wulandari dan Eddy Suprapto adalah pasangan suami istri.

"Dua pelaku pasangan suami istri warga Yogyakarta, sedangkan satu pelaku warga Lampung," ujarnya.

Awalnya polisi memeroleh laporan dari masyarakat sejak Maret 2013 lalu bahwa ada aksi pencurian di sebuah gudang tempat penitipan mesin perahu milik para nelayan. Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan.

"Kami kemudian dapat info dari masyarakat kalau ada mesin perahu yang dijual di Wonosari dan diduga hasil curian. Kami lalu melakukan pengembangan dan ternyata benar adanya," ujar Feby.

Pihaknya lalu mengintai para pelaku dan mengamankan mesin-mesin tersebut sejak sekitar tiga minggu lalu. Adapun tersangka Eko Supriyadi ditangkap di Matraman Jakarta Timur pada 14 Oktober lalu, sedangkan Niken Wulandari ditangkap di Jalan Parangtritis dan Eko Suprapto ditangkap di Pingit pada Rabu (16/10) malam.

"Salah satu tersangka saat akan ditangkap sempat memberontak dan akan kabur, lalu kami memberi tembakan peringatan tapi tidak diindahkan, dia lalu ditembak kakinya oleh anggota," katanya.

Dari pengakuan ketiga tersangka, mereka telah mencuri sebanyak tujuh mesin antaralain di Bantul dapat dua barang, di Gunungkidul dapat dua barang, dan di Kulonprogo dapat tiga mesin. Akan tetapi, dua mesin telah dijual dengan harga masing-masing Rp 3 juta.

Selain menangkap tiga tersangka, polisi juga sedang memburu satu orang yang telah dinyatakan buron. Polisi juga mengamankan satu sepeda motor Yamaha Jupiter yang diduga juga merupakan hasil curian.

Menurut Feby, salah satu dari tersangka pernah tinggal cukup lama di kawasan pantai Parangtritis. Sehingga mereka sangat mengetahui kebiasaan para nelayan yang menyimpan mesin perahu di gudang.

Saat ini, dua tersangka ditahan di Polres Bantul guna penyidikan lebih lanjut, sedangkan satu tersangka Niken Wulandari ditahan di Rumah Tahanan Pajangan Bantul.

Salah satu tersangka yanng tertembak, Eddy Suprapto, terlihat menahan sakit akibat kaki kirinya tertembus timah panas. Dalam menggencarkan aksinya, ia mengaku menyongkel pintu gudang menggunakan obeng. Mesin-mesin tersebut kemudian diangkut menggunakan mobil. Selanjutnya, mesin dijual di wonosari.

"Saya gak tahu selanjutnya dijual kemana, saya hanya menjualnya di Wonosari," katanya saat ditemui di sel tahanan Polres Bantul.(*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Warga Bantul Dihimbau Tak Manfaatkan Air Sungai Bedog

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bantul mengimbau pada masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Bedog untuk sementara mengurangi penggunaan air dari sungai tersebut. Karena hingga kini, BLH belum mengetahui secara pasti penyebab matinya ribuan ikan di sungai sejak Senin (14/10/2013) lalu.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Dokumen BLH Bantul, Priya Haryanto mengatakan, sejak ditemukannya ribuan ikan mati, BLH langsung melakukan uji lapangan dengan mengambil sampel air Sungai Bedog. Namun hasil rapid test hanya beberapa unsur yang bisa diketahui, akan tetapi pihaknya belum bisa mengetahui apakah air tersebut mengandung logam berat.

"Tidak semua kandungan bisa diketahui dengan rapid test. Untuk kandungan logam ataupun racun, harus di uji lab ke laboratorium yang terakreditasi. Kami sudah masukkan, tetapi karena antri, kemungkinan tidak segera keluar hasilnya. Pengalaman yang sudah-sudah bisa sebulan," kata Priya, Kamis (17/10/2013).

Sambil menunggu hasil, ia menghimbau kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan air dari sungai tersebut. Termasuk pengairan terhadap lahan pertanian, untuk sementara diimbau untuk dihentikan dahulu.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar pengelola Pabrik Gula Madukismo yang diduga menjadi penyebab tercemarnyai air sungai, supaya menyesuaikan volume pembuangan air limbah dengan debit air. Sebab debit air di musim kemarau yang menyusut, akan membuat kepekaan air meningkat.

"Kalau bisa dijadwal ulang penggelontoran limbah cairnya. Disesuaikan dengan debit air saat ini," ujarnya.

Staf Laboratorium BLH Bantul, Kusnanto menambahkan, berdasarkan test lapangan yang pihaknya lakukan bersama dengan anggota tim lainnya, kandungan air sungai dianggap masih di ambang batas aman. Kadar Keasaman (PH), Oksigen dan Daya Hantara Listrik (DHL) masih dianggap tidak membahayakan.

Sesuai dengan uji lapangan sementara, kandungan PH masih di angka 7,41 sedangkan baku mutu ada di angka 6,0 hingga 8,5, kadar oksigen 4,96, dan kandungan DHL masih 437 Mio Siemen (MS).

"Dari angka tersebut, sementara masih aman," katanya.

Terpisah, Kepala BLH Bantul, Suwito telah menyimpulkan bahwa matinya ribuan ikan di Sungai Bedog bukan karena limbah pabrik melainkan karena diracun. Karena limbah cair Madukismo selama ini tidak berpengaruh terhadap ikan-ikan ataupun ekosistem sungai-sungai di Bantul.

"Itu karena diracun orang, limbah Madukismo tidak berpengaruh terhadap ikan," ujar Suwito.

Sementara itu, seorang warga Dusun Kentolan Lor, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Ichsan (26), mengungkapkan hingga saat ini warga masih menemukan adanya ikan yang mati. Sedangkan air di sungai ini, terlihat masih berwarna kecoklatan.

"Aroma airnya juga masih seperti kemarin, dan warnanya juga masih kecoklatan kok," ujarnya.(*)


11.22 | 0 komentar | Read More

Dua Pelajar Tewas Akibat Tabrak Avanza

Laporan Reporter Tribun Jogja, M Nur Huda

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Karangmojo-Semin, tepatnya di Dusun Warung, Desa Gedangrejo, Karangmojo, Rabu (16/10/2013) sore sekitar pukul 15.30. Dua orang tewas dalam kejadian yang melibatkan sepeda motor Honda Supra X nopol AB 5241 MD dengan mobil Avansa B 1992 PKW tersebut.

Korban tewas diketahui bernama Ade Angelina(15), warga Karangpoh, Semin dan Hikma Afriyanti(15) warga Logantung, Semin. Ade meninggal di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di bagian kepala. Sementara Hikma meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD Wonosari sekitar pukul 19.30 Wib. Keduanya diketahui merupakan pelajar.

Informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, tabrakan maut ini berawal saat Ade yang berboncengan dengan Hikma mengendarai sepeda motor dari arah Semin. Sesampai di lokasi kejadian yang jalanannya menurun, Ade berusaha menyalip sebuah truk yang tidak diketahui identitasnya. Naas, dari arah berlawanan muncul mobil Toyota Avansa B 1992 PKW yang dikendarai oleh Ali Imron(41), warga Taman Tirto, Kasihan, Bantul.

Karena kecepatan sepeda motor yang dikendarai oleh Ade dan Hikma cukup kencang, tabrakan tidak dapat dihindarkan. Ade mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal di lokasi kejadian. Sementara Hikma tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Wonosari. Sementara kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.

"Hikma meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Korban meninggal dunia sekitar pukul 19.30 malam,"ucap Kapolsek Karangmojo, Kompol Saman, Kamis(17/10/2013).

Saman menuturkan, kasus kecelakaan maut yang menyebabkan dua orang meninggal ini ditangani langsung oleh satlantas Polres Gunungkidul."kasusnya ditangani Polres,"ucapnya singkat.

Sementara itu, Kanit Laka satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Solecan mengatakan kasus kecelakaan maut yang terjadi di jalan Wonosari-Semin masih ditangani oleh pihaknya. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah diamankan di Mapolres Gunungkidul untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Pengendaraan Toyota Avansa sudah kita mintai keterangan. Sementara barang buktinya sudah kita amankan di Mapolres,"ucapnya.

Solecan menambahkan, saat ini petugas masih menyelidiki identitas truk yang sempat disalip oleh korban sebelum terjadi kecelakaan."Kita masih menyelidiki identitas truknya. Korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya. (*)


11.22 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger